KNPI Himbau Pemuda Jauhkan Narkoba dan Berkarya

Ketua KNPI Kecamatan Lhoksukon, Reza Fahlevi. (WOL Photocharul sya'ban)
Iklan

LHOKSUKON, WOL – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh Utara, menghimbau kepada seluruh pemuda khususnya di kabupaten itu bersiaga betul untuk mewaspadai diri dan membentengi diri dari berbagai macam bentuk-bentuk yang membuat mereka terjerumus ke dalam suatu lembah yang amoral.

KNPI Aceh Utara juga akan terus melakukan koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Lhokseumawe dan bekerjasama sebagai upaya melakukan pencegahan terhadap dampak narkoba bagi para pelajar dan pemuda.

Sebagaimana halnya pengurus-pengurus di kecamatan, KNPI akan terus melakukan sosialisasi dalam rangka menyampaikan pesan-pesan tentang bahaya narkoba, dan hal ini diharap dengan adanya pengetahuan tentang bahaya dampak narkoba yang akan memutuskan masa depan generasi muda agar mereka jauh daripada itu, baik itu untuk menjadi pengedar maupun pemakai.

Menurut Ketua KNPI Aceh Utara, Anwar Puteh, pihaknya melihat bahwa pemuda saat ini berada di persimpangan yang sangat mengkhawatirkan. Mengingat bagaimana serangan demoralisasi terhadap pemuda hari ini, baik itu dalam konteks karakter maupun dalam konteks serangan berbentuk narkoba.

“Kenapa kami sampaikan seperti itu? Data membuktikan bahwa selama ini banyak sekali teman-teman muda yang terjerat dalam kasus narkoba. Dan mereka (Pemuda, red) cenderung jauh dari mushalla, mesjid dan rumah-rumah ibadah. Ini sangat memprihatinkan kita, karena berbicara masa depan bangsa itu ada ditangan pemuda,” jelas Anwar kepada Waspada Online, Kamis (29/10).

iklan

Sementara ketika pemudanya sudah hancur moralnya, sambung Anwar, rusak akhlaknya dan tidak baik aqidahnya, maka pihaknya sangat prihatin jika bangsa ini kedepan akan dipimpin oleh generas-generasi yang rusak moralnya.

“Oleh karenanya, senantiasa kita menghimbau dan berharap kepada segenap pemuda dimanapun mereka berada, khususnya dibangsa ini untuk senantiasa mempersiapkan diri mengisi celah-celah waktu, jangan ada waktu yang tersisa sehingga nanti memungkinkan mereka terbawa oleh arus yang bisa merusak moral mereka, bisa merusak masa depan mereka,” imbuhnya.

“Dan ini saya pikir sebagai bentuk ancaman bagi bangsa ini, dan kita sangat berharap baik pada orang-orang tua untuk senantiasa mewaspadai dan melakukan pendekatan dengan anak-anaknya agar jangan sampai terjerumus kedalam noda itu, begitu juga dalam konteks lingkungan, para pemimpin desa, pemimpin adat, pemimpin agama baik ditingkat yang terkecil di desa sampai kepada pemimpin bangsa,” sambung Anwar.

Pihaknya berharap, untuk senantiasa memberikan bimbingan-bimbingan, pengarahan-pengarahan, dan pelatihan-pelatihan membuat mereka (pemuda, red) berkarya. Sehingga tidak ada waktu bagi mereka untukberpikir hal-hal yang tidak diharapkan seperti itu.

Dikatakan, selama ini sudah ada pemuda yang memang sudah baik dalam mengelola masa depannya. Ada rekan-rekan muda yang sudah memiliki usaha-usaha yang mandiri, dalam konteks ekonomi kreatif mereka sudah mulai berkarya.

Sementara itu di tempat terpisah, Ketua KNPI Kecamatan Lhoksukon, Reza Fahlevi, saat dimintai tanggapannya oleh Waspada Online mengatakan, bahwa inti dari sumpah pemuda yang telah diperingati pada Rabu kemarin adalah rasa saling percaya sesama pemuda dan warga bisa mendeklarasikan  satu nusa satu bangsa dan satu bahasa Indonesia.

“Setiap pemuda harus menanamkan sikap saling percaya. Konflik horizontal terjadi karena tidak adanya sikap saling percaya antar warga maupun sesama pemuda sekampung. Serta harus menumbuhkan sikap saling percaya, karena pemuda berdiri di garda terdepan dalam mengawal jalannya pemerintahan di desa-desa, kab/kota maupun tingkat provinsi,” pungkas pengusaha muda asal Lhoksukon yang sudah sukses ini.

Jadi menurutnya, dengan adanya momentum hari sumpah pemuda ini, para pemuda khususnya di Lhoksukon agar terus termotivasi akan hal-hal yang baik seperti menjauhi narkoba, maupun pergaulan bebas. Sebab menurut pengusaha muda ini, pemuda akan menjadi pemimpin-pemimpin dimasa yang akan datang.

“Jadi sangat disayangkan jika di negara ini di Pimpin oleh orang-orang yang sudah rusak yang disebabkan oleh narkoba dan pergaulan bebas. Mari pemuda-pemuda yang ada di Lhoksukon untuk terus berkarya dengan hal-hal yang baik. Ingat, masa depan bangsa ada ditangan kita sebagai pemuda generasi bangsa ini. Insyaallah,” tutur Reza.(wol/chai/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan