Gelapkan Sepeda Motor Teman Ditangkap Polisi

WOL Photo

PATUMBAK, WOL – Mengaku stres karena tidak lagi memiliki uang, Ahmad Sapril (21) warga Desa Sigara-gara Gang Baru Kecamatan Patumbak, Deli Serdang nekat menggelapkan sepeda motor Yamaha Jupiter Z injeksi milik temannya sendiri, Andre (16) Senin (26/10).

Dengan alasan hendak ke warnet, Ahmadpun meminjam sepeda motor temannya itu. Percaya, Andre memberikannya. Namun sepeda motor itu, tidak kunjung kembali karena Ahmad malah menjualnya.

Naasnya, Ahmad malah melibatkan temannya, Muhammad Ridho Rizaldi (19) warga Jalan Pertahanan Patumbak, Pasar V, Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang. Ahmad meminta pertolongan kepada Ridho untuk menjual sepeda motor itu. Ridho pun menunjukkan nama Andi, selanjutnya Andi menemani Ahmad menjual sepeda motor itu ke kawasan RS Adam Malik, Medan.

“Awalnya kupinjam mau ke warnet, tapi kereta itu kujual. Setelah kreta itu kubawa, lalu kutanya sama si Ridho tempat untuk menjual kereta itu. Lalu si Ridho mengenalkan aku sama bang Andi, bang Andi itulah yang ngawani aku menjual kereta itu sama kawannya di depan Rumah Sakit Adam Malik Medan,” sebut Ahmad menceritakan kronologis penggelapan itu, Sabtu (31/10).

Dari hasil penjualan itu, Ahmad menerima uang tunai Rp1,7 juta, selanjutnya ia memberikan jatah kepada Ridho sejumlah Rp200 ribu.

Advertisement

Setelah mengantongi uang itu, Ahmad kemudian menghabiskan uang tersebut bermain judi. “Uangnya habis main kartu dua, kami main dasar 10 ribu, Bang,” tambah Ahmad.

Setelah menghabiskan uang itu, tepatnya hari Rabu (28/10) subuh, Ahmad ditangkap petugas Polsek Patumbak dari kediamannya. Sore harinya, giliran Ridho yang diamankan karena terlibat menjadi perantara penjualan kereta tersebut.

“Aku hanya memperkenalkan dia sama Bang Andi, selanjutnya aku nggak tau. Tapi dia ngasih uang Rp200 ribu sama aku. Memang sebelumnya sudah dikasih tau dia (Ahmad), kalau kereta itu hasil penggelapan. Awalnya aku takut juga, tapi karena dia terus memaksa, makanya kukenalkan sama Bang Andi,” sebut Ridho.

Atas perbuatannya, kini keduanya mendekam di sel tahanan Polsek Patumbak guna menjalani proses hukum.
Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Ferry Kusnadi yang dikonfirmasi mengaku telah mengamankan kedua pelaku.

“Keduanya kita amankan dengan pasal yang berbeda, kalau Ahmad terbukti melanggar pasal 372 tentang penggelapan dengan ancaman 5 tahun penjara. Sedangkan Ridho kita kenakan pasal 480 sebagai perantara penjualan hasil curian dengan ancaman 5 tahun penjara,” sebutnya.(wol/data2)

Editor: SASTROY BANGUN