Poldasu Periksa Terlapor Soal Pemalsuan Tandatangan Agung Laksono

WOL Photo/Ega Ibra

MEDAN, WOL – Penyidik Sub Direktorat I/Keamanan Negara (Kamneg) Polda Sumut, akhirnya memeriksa saksi terlapor, Romadhon atas dugaan pemalsuan tandatangan dukungan pada Pasangan calon (Paslon) Bupati Labuhan Batu Selatan (Labusel) nomor urut dua, H Usman – Arwi Winata, Senin (28/9).

Kasubbid Penerangan Masyarakat (Penmas) Polda Sumut, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) MP Nainggolan, mengatakan, hasil pemeriksaan sementara, Romadhon tidak mengetahui adanya dugaan pemalsuan itu.

“Sebagaimana hasil pemeriksaan, bersangkutan itu (Romadhon) tidak mengetahui adanya pemalsuan tersebut. Tetapi, yang mengetahuinya adalah Tulusma Hutauruk,” kata Nainggolan.

Sehingga, sambung dia, penyidik akan kembali memeriksa Tulusma Hutauruk, Selasa (29/9). ”Atas petunjuk saksi terlapor itu, maka penyidik akan memeriksa saksi lainnya yaitu pak Tulusma Hutauruk. Nah, jika pada pemeriksaan berikutnya ada petunjuk lain untuk melengkapi alat bukti maka penyidik akan memeriksanya,” ujar dia.

Namun, masih kata dia, apabila penyidik sudah merasa alat bukti yang diperlukan sudah cukup meskipun ada petunjuk-petunjuk lainnya, maka akan segera dilakukan gelar perkara dan akan menetapkan tersangka dalam kasus tersebut sebagaimana disebutkan dalam pasal 263 KUHPidana tentang pemalsuan tanda tangan.

Advertisement

“Perkara primernya kan dugaan pemalsuan tandatangan, makanya untuk melengkapi berkasnya kita lakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi. Termasuk Pasangan Calon (Paslon) nomor urut dua itu H Usman-Arwi Winata,” terangnya.

Hanya saja, kata dia, setelah memeriksa Paslon Nomor urut dua, H Usman, penyidik seyogianya memeriksa Arwi Winata. “Arwi Winata itu Paslon wakil Bupati Labusel. Tetapi yang bersangkutan tidak hadir pada pemeriksaan sebelumnya, oleh karenanya kita akan memanggilnya kembali, Rabu (30/9) mendatang,” bebernya.

Sebelumnya, Penyidik Subdit I/Keamanan Negara (Kamneg) Polda Sumut telah memeriksa 10 orang saksi, termasuk Ketua Komisioner KPU Sumut dalam kasus tersebut. Pemeriksaan itu dilakukan atas laporan ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) II Partai Golkar Labusel versi Agung Laksono, Maladi atas dugaan pemalsuan dokumen dukungan dan tanda tangan tertuang dalam Laporan Pengaduan (LP) Nomor: STTLP/960/VIII/2015 SPKT II tertanggal 13 Agustus 2015. Dari 10 orang saksi yang diperiksa itu, salah satunya Agung Laksono di Jakarta.

Sementara itu, H Usman mengatakan, ada politisasi yang dilakukan oleh kompetitornya sesama kandidat calon Bupati yakni Wildan Aswan Tanjung.

“Saya terang-terangan saja mengatakan, ini semua kerjaan Wildan Aswan Tanjung karena takut bersaing dengan saya. Maka disuruhnya banyak orang untuk unjukrasa di Polda ini dan di KPU,” katanya.

Sebelumnya, Polda Sumut telah memanggil Ketua KPUD Labuhan Batu Selatan (Labusel), Imran Husaini Siregar beserta 3 stafnya, Kamis (3/9). Kasus ini bermula, saat anggota DPRD Labusel, Maladi Hasibuan, mengadukan Romadhon ke Polda Sumut, karena diduga memalsukan tanda tangan Ketua Umum Golkar versi Agung Laksono.(wol/roy/data2)

Editor: HARLES SILITONGA