Perwira TNI AD Amankan Provos Gadungan

WOL Photo/Gacok

MEDAN, WOL – Karena tidak bisa memperlihatkan Kartu Tanda Anggota (KTA), perwira TNI AD menangkap petugas Provos gadungan yang melakukan onar ancam tembak kepada anak kos di rumah kos milik Y Br Nainggolan, Jalan Setiabudi, Pasar II Medan.

Saksi mata kepada Waspada Online di lapangan, tersangka AAS (28) penduduk Jalan Bunga Mawar, Kelurahan PB Selayang II, Kecamatan Medan Selayang hampir setiap hari datang ke rumah kos milik Yana Br Nainggolan.

ASS datang memakai pakaian seragam Provos lengkap atributnya dan pangkat Brigadir. Kehadirannya karena dia berpacaran dengan anak kos Maya Sari Br Lubis disapa Maya.

Karena dia mengaku petugas Provos Polresta Medan, pemilik dan anak pemilik tidak berani melarangnya karena dia setiap hari datang dengan mengendarai sepedamotor.

Bahkan tindakan sama Maya kasar dan suka main tendang walaupun mereka berpacaran sudah berjalan lima sampai enam bulan. Rabu siang dia datang dengan mengendarai sepedamotor dan diparkirkan di lokasi kos-kosan.

Advertisement

Beberapa menit kemudian, dia melihat sepedamotor ada tergores dan langsung mengamuk sambil melontarkan penghuni kos nanti kutembak di tempat dan pistol ada pelurunya.

Pihak rumah kos mendengar kata ancaman dan takut terjadi hal yang tidak diinginkan, terus memberitahukan kepada familinya Kapten Cba M Nainggolan.

Dengan gerak cepat M Nainggolan menuju ke rumah kos dan terlihat yang membuat onar itu memakai seragam polisi (Propam-red) ngaku tugas di Polresta Medan.

Dengan simpatik M Nainggolan menanyakan kepada AAS agar bisa memperlihatkan KTA, ternyata yang bersangkutan tidak bisa memperlihatkan dan baru diketahui dia adalah petugas kepolisian gadungan.

Takut tersangka AAS yang selalu pembuat keonaran di rumah kos kabur, langsung dibekuk lalu kedua tangannya diikat kebelakang dengan mempergunakan tali plastik, terus diserahkan ke Mapolsek Medan Sunggal.

Kanit Intelkam Polsek Medan Sunggal Iptu SDI Manullang SH bersama Panit I Reskrim Ipda Boyke Barus SH dan Kanit Provos Aiptu Q Sihombing SH langsung menginterogasi tersangka petugas Provos gadungan.

Ketika diinterogasi, tersangka AAS ngaku salah. Tapi diakui bahwa memakai pakaian dinas polisi karena pada tahun 2005 gagal masuk Akpol. Darinya, polisi menyita barang bukti handphone, beberapa butir batu cincin dan lainnya.

Berikut Maya mengatakan, kami berpacaran sudah berjalan lima sampai enam bulan, dia selalu kasar dan suka main tendang. Bahkan aku sempat jual cincin dan uangnya untuk dia dan kalau tidak diberi dia marah-marah.

Sejak aku pacaran dengan dia rugi yakni emasku habis dan pernah aku pulang kampung, dia bawa perempuan ke kamar kosku. “Kalau tau aku dia polisi gadungan, aku tidak mau sama dia. Aku kok nurut aja sama dia dan diduga keras aku sudah didukuninya,” jelas pacarnya dengan penuh penyesalan.(wol/gacok/data2)

Editor: SASTROY BANGUN