Muhammadiyah Rayakan Idul Adha Lebih Awal

Istimewa
Iklan

SURABAYA, WOL – Jika pemerintah menetapkan Idul Adha pada 24 September, Muhammadiyah memastikan sehari lebih awal, yakni 23 September.

“Warga Muhammadiyah akan melakukan sholat Idul Adha lebih dulu, yakni pada 23 September,” kata Sekretaris Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Nadjib Hamid, dihubungi di Surabaya, Senin (14/9).

Mantan Komisioner KPU Jawa Timur itu menjelaskan perbedaan jatuhnya tanggal ini karena sistem yang dipakai Muhammadiyah dengan pemerintah berbeda. Muhammadiyah, kata Najib, menetapkan tanggal tersebut berdasarkan sistem hisab hakiki. Sehingga, dalam hisab tersebut, bulan Dzulqoidah berusia 29 hari. Artinya, 1 Dzulhijah bertepatan Senin 14 September.

Menurut Najib, titik ijtimak atau konjungsi antara bumi dan bulan terjadi pada pukul 13:43:35 WIB pada Minggu 13 September. Sehingga pada Senin 14 September disepakati sebagai tanggal 1 Dzulhijah 1436 Hijriah. “Kemudian 10 Dzulhijah jatuh pada 23 September,” katanya.

Perbedaan ini, kata Najib, tidak perlu dipersoalkan. Najib berharap semua pihak menghormati adanya perbedaan tersebut.

iklan

“Kami menghormati keputusan pemerintah. Kami hanya menghitung dan mengumumkan. Sehingga terserah keputusan masyarakat mau memilih yang mana. Kami tidak ingin berhadap-hadapan dengan pemerintah hanya karena perbedaan hari Idul Adha,” katanya.(metrotvnews/data2)

Iklan