Insiden Jumrah di Mina, 717 Jamaah Haji Tewas

bbc.com
Iklan

MEKAH, WOL – Sebanyak 717 orang tewas dan 863 lainnya luka-luka akibat terinjak-injak hari Kamis (24/9) ketika sedang melakukan ibadah jumrah di Mina yang terletak sekitar 3,2 kilometer dari Mekah.

Menurut otorita pertahanan sipil Arab Saudi, jumlah korban tewas bisa bertambah. Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi Brigjen. Mansour Al Turki mengatakan kepada wartawan, “Insiden tersebut terjadi di Mina dan otorita pertahanan sipil sedang menanganinya”.

Dari data terakhir Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi, Kamis malam, korban tewas telah mencapai 717 orang, dan 863 lebih terluka dari kebangsaan yang berbeda. Identitas para korban belum diketahui sampai saat ini.

Sekitar 4.000 petugas dan 220 ambulans serta kendaraan lain sedang dikerahkan untuk menolong para korban.

Belum diketahui apakah ada Warga Negara Indonesia yang menjadi korban.

iklan

Insiden serupa yang terjadi tahun 2006 dan menewaskan sedikitnya 363 orang telah membuat pemerintah Arab Saudi menyempurnakan bangunan-bangunan di sekitar tiga pilar yang menjadi pusat ibadah jumrah, termasuk jembatan lima lantai senilai US$1,2 miliar.

Ini adalah musibah kedua dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2015, setelah insiden jatuhnya tiang derek di Masjidil Haram, Mekah pada 12 September lalu, yang menewaskan 107 orang, termasuk tujuh warga negara Indonesia.

Ritual suci melontar batu atau jumrah adalah salah satu ritual wajib dalam haji. Jamaah yang tidak melontar dikenakan denda berupa seekor kambing atau jika tidak mampu maka diperkenankan membayar fidyah atau berpuasa selama 10 hari, yaitu tiga hari di masa haji di tanah suci dan sisanya di negara masing-masing.

Waktu melontar jumrah dimulai setelah lewat tengah malam hingga terbenam matahari, terutama pada waktu Dhuha atau pagi hari. Jamaah haji hanya melontar satu jumrah saja pada puncak haji yaitu 10 Zulhijah dan dilanjutkan pada hari-hari Tasyrik lain. Jumrah pertama yang terletak paling dekat dengan kota Mekah disebut sebagai jumrah Aqobah, karena pilar yang dilempar para jemaah haji letaknya di atas perbukitan Aqobah.

Ritual suci jumrah merefleksikan tindakan Nabi Ibrahim ketika digoda setan agar tidak melaksanakan perintah Allah SWT untuk menyembelih putranya, Ismail. Tiga kali beliau digoda, tiga kali pula ia melontarkan batu ke arah setan, sebagaimana diperintahkan dan dibimbing oleh para malaikat. Tiga tugu atau pilar kini didirikan di tempat dimana Nabi Ismail diyakini melempar setan ini, dan diberi nama Ula, Wusta dan Aqobah.

Nasib WNI Belum Diketahui

Sementara itu, belum diketehaui nasib WNI dalam insiden tersebut. Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir di Jakarta mengutip Metrotvnewas  mengatakan,  Tim KJRI Jeddah masih menuju ke lokasi di Mina.

“Tim dari KJRI Jeddah sudah menuju ke lokasi, untuk mencari informasi dan koordinasi dengan otoritas setempat mengenai ada tidaknya WNI yang jadi korban,” ujarnya.

Dikatakan, peristiwa terjadi saat jamaah sedang melempar batu jumrah. Identitas maupun kewarganegaraan korban tewas dan luka belum diketahui.

“Info awal adanya desak-desakan di terowongan yang menuju ke area lontar jumrah,” ucapnya.

Otoritas Pertahanan Sipil Saudi menyebutkan dalam akun Twitter bahwa 450 jamaah lainnya terluka dalam insiden yang terjadi di Mina, sekitar lima kilometer dari Mekah.

Seperti dikutip BBC, operasi penyelamatan sedang berlangsung. Jumlah korban tewas dan luka kemungkinan dapat bertambah.

“Terjadi kecelakaan di Mina dan petugas pertahanan sipil sedang menanganinya,” ujar juru bicara Kementerian Dalam Negeri Brigadir Jenderal Mansour al-Turki, seperti dikutip CNN.(voa/mtn/bbc/cnn/wol)

Iklan