Faktor Rupiah, IHSG Diperkirakan Masih Melemah

iIustrasi

JAKARTA, WOL – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam pekan ini  diperkirakan masih melemah.

Berdasarkan IHSG pekan lalu masih bergerak melemah 3,90 persen menjadi 4.209,439 poin bila dibandingkan pekan sebelumnya di posisi 4.380,320.

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta mengatakan, bahwa pelaku pasar khawatir kinerja rupiah yang terdepresiasi terhadap dolar AS dapat mengganggu kinerja debitur yang akhirnya mempengaruhi kualitas kredit perbankan sehingga mendorong rasio kredit bermasalah (NPL) perbankan meningkat.

“Meski Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan kinerja perbankan masih akan dapat bertahan di tengah pelemahan nilai tukar rupiah, namun tidak cukup menahan aksi jual pada saham-saham perbankan,” katanya.

Di sisi lain, lanjut dia, pelaku pasar juga khawatirkan terhadap kinerja perusahaan sektor konsumer karena nilai dolar AS yang tinggi akan membebani biaya produksi perusahaan.

Advertisement

Tercatat, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat sore (25/9) berada di posisi Rp14.675, menguat tipis sebesar lima poin.

Selain faktor rupiah, Reza Priyambada juga mengatakan kondisi bursa saham Asia yang cenderung berada dalam area negatif menambah pemicu bagi investor saham di dalam negeri untuk lebih memilih menjauhi pasar.

Ia memproyeksikan pada perdagangan awal pekan depan, (Senin, 28/9), IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 4.160-4.243 poin.
“Seharusnya cukup amunisi bagi IHSG untuk dapat berbalik arah menguat mengingat beberapa harga saham sudah rendah nilainya.

Akan tetapi, tren nilai tukar rupiah yang belum berubah membuat peluang kenaikan IHSG menjadi samar-samar,” ujarnya.
Sementara itu, analis PT Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya memproyeksikan IHSG berada di kisaran 4.161-4.302 poin dengan potensi penguatan.

“Faktor teknikal akan mendorong IHSG kembali berada dalam area positif mengingat harga saham di BEI sudah relatif rendah nilainya paska tekanan yang terjadi dalam pekan terakhir ini,” katanya.(antara/data2)