BNPB Fokus Padamkan Kebakaran Hutan Sumsel dan Jambi

kompas.com
Iklan

JAKARTA, WOL – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan juga dilakukan agar asap tidak merambat masuk ke negara tetangga, Malaysia dan Singapura. Supaya asap tidak sampai ke dua negara tetangga itu, pemadaman pun difokuskan di perbatasan Jambi dan Sumatera Selatan.

“Asap tadi berasal dari wilayah selatan khususnya dari Sumsel dan sebagian perbatasan dengan Jambi mengarah ke timur laut bahkan ke utara sampai berbelok menutup Malaysia dan Singapura, maka sumber penyuplai asap tadi harus segara dipadamkan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Istana Kepresidenan, Rabu (30/9).

Untuk memadamkan api di wilayah perbatasan itu, jumlah personil yang dikerahkan mencapai 3.703 personil TNI dan kepolisian 770 personil baik dari Brimob mau pun penyidik. Saat ini, total seluruh personil yang dikerahkan untuk memadamkan api di seluruh wilayah Indonesia mencapai 22.146 personil.

Seluruh personil akan digerakkan sesuai dengan tingkat ancaman kebakaran yang terjadi. Menurut Sutopo, berdasarkan laporan Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG), efek El Nino akan berkepanjangan hingga akhir November atau pertengahan Desember.

“Dengan kondisi ini, terutama di selatan ekuator ini, ancaman akan terus meningkat sehingga perlu operasi yang sifatnya masif, serentak untuk melakukan pemadaman, dan setelah dipadamkan, maka harus dijaga karena beberapa pengalaman menunjukkan bahwa setelah padam, ternyata terbakar lagi,” imbuh Sutopo.

iklan

Dengan ancaman asap yang masih menghantui sejumlah wilayah di Indonesia, pemerintah juga belum memutuskan untuk menerima bantuan dari luar negeri. Bantuan yang sudah ditawarkan dari Singapura dianggap tak terlalu berpengaruh signifikan karena hanya memberi bantuan satu unit helikopter untuk water bombing.(kompas/data1)

Iklan