TNI AL dan KKP Tenggelamkan 38 Kapal Ilegal

WOL Photo

MEDAN, WOL – Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dan penegak aparat hukum lainnya, kembali menenggelamkan 38 kapal pelaku illegal fishing dalam rangka memperingati HUT RI ke-70 secara serentak.

Aksi penenggelaman ini sebagai efek jera bagi para pelaku illegal fishing. Penenggelaman 38 kapal asing tersebut akan dilakukan di enam lokasi berbeda, yaitu di Perairan Pontianak, Bitung, Belawan, Ranai, Tarempa, dan Tarakan.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Dirjen PSDKP), Asep Burhanudin, mengatakan kegiatan penenggelaman kapal ini dilaksanakan atas kerjasama yang intensif dari KKP, TNI AL , Polri, Kejaksaan Agung, dan instansi terkait lainnya.

“Dari 38 kapal yang ditenggelamkan,  yang merupakan hasil tangkapan KKP sejumlah 21 kapal, TNI AL sejumlah 12 kapal dan Polri mengamankan lima kapal. Penenggelaman kapal pelaku illegal fishing ini, dilakukan dengan mengacu pada Pasal 76A UU No. 45/2009 tentang tindak pidana perikanan,” ujar Asep kepada Waspada Online, Selasa (18/8) pagi.

Kapal ditenggelamkan dengan menggunakan dinamit daya ledak rendah, sehingga kondisi kapal tetap terjaga dan dapat berfungsi menjadi rumpon di lokasi penenggelaman.

Advertisement

Pantauan Waspada Online, di Perairan Belawan akan ditenggelamkan satu kapal asal Malaysia dan dua kapal asal Indonesia.

“Diharapkan kapal-kapal yang ditenggelamkan menjadi habitat baru bagi ikan-ikan di perairan tersebut, sehingga berkontribusi terhadap kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan nelayan,” pungkasnya.(wol/rio)

Editor: SASTROY BANGUN