Tak Ajukan Praperadilan, Gubernur Gatot Pasrah

merdeka.com

JAKARTA, WOL – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho beserta istrinya, Evy Susanti memastikan tidak akan mengajukan praperadilan atas penetapan tersangka kasus suap Ketua Hakim PTUN Medan.

Kuasa Hukum Gatot, Razman Arief Nasution mengatakan, Gatot beserta istri akan menjalani proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Saya tadi ke KPK jenguk Bu Evy, dari hasil musyawarah kami belum akan praperadilan. Hampir dipastikan tidak ada praperadilan,” kata Razman, di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (4/8).

Dikarenakan KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepada kliennya, Razman mengatakan, dirinya menyerahkan seluruh prosesnya pada pengadilan.

“Biarkan saja diuji di pengadilan. Saya dorong segera dilimpahkan ke pengadilan. Besok mereka (Gatot-Evy) kan diperiksa lagi oleh KPK sebagai pemeriksaan lanjutan,” ujarnya.

Advertisement

KPK telah menahan Gatot dan istrinya Evy Susanti, Senin (3/8/2015) malam, setelah diperiksa kurang lebih sembilan jam sebagai tersangka perkara dugaan tindak suap Majelis Hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Medan.

Gatot dan Evi disangkakan pasal 6 ayat 1 huruf a dan pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b dan atau pasal 13 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU 20 tahun 2001 jo pasal 64 ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 jo pasal 64 ayat 1 KUHP. (inilah)