Rakerda PHRI Sumut Fokuskan Pembenahan Organisasi

Dewi Juita Purba (kiri), Denny S Wardhana (tengah) dan Maulana Yusran (kanan) memandu Rakerda PHRI Sumut di Karibia Boutique Hotel Medan, Kamis (13/8).

MEDAN, WOL – Rapat kerja daerah (Rakerda) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut menghasilkan sekitar 50 rekomendasi kepada pengurus untuk lebih fokus pada pembenahan organisasi mengingat data base yang selama ini sudah tidak up to date.

Dewi Juita Purba, Sekretaris PHRI Sumut, mengungkapkan hal itu dalam sidang-sidang komisi yang dihadiri seluruh pengurus PHRI di Karibia Boutique Hotel Medan, Kamis (13/8).

Tampak hadir Ketua PHRI Sumut, Denny S Wardhana dan Wakil Ketua Bidang Organisasi PHRI Maulana Yusran. Dari sidang komisi A yang diketuai Eva Christina Ginting menyatakan pembenahan organisasi itu dimulai dengan pendataan kembali anggota.

Seluruh daerah nanti diminta untuk mengisi form data yang disiapkan PHRI Sumut. “Kita ingin mendata kembali semua anggota yang harusnya sudah terangkum. Tapi bagaimana pun kita harus mengidentifikasi anggota dan calon anggota,” jelasnya.

Dengan terdatanya anggota nanti diharapkan ada rapat kordinasi antara PHRI di kabupaten dan kota bersama Asita serta organisasi lain untuk bekerjasama menyamakan persepsi guna peningkatan pemasaran dan promosi di masing-masing daerah.

Advertisement

“Targetnya nanti ada budget yang lebih besar untuk promosi,” tutur Eva. “Perlunya database keanggotaan ini juga agar BPC bisa berkordinasi dengan instansi terkait potensi destinasi baru yang ada di daerah-daerah tingkat dua Sumut untuk berkordinasi,” ucapnya.

Kemudian, kata Eva, Komisi A juga menyepakati untuk membentuk BPC PHRI di 16 kabupaten dan kota secepatnya. “Kita ingin semua daerah ini segera dibentuk,” tuturnya.

Kemudian di Rakerda ini juga sudah ada penerima mandat dari daerah-daerah yang disiapkan membentuk BPC, tambahnya. Selain tentang penguatan organisasi di komisi B dibahas tentang program kerja.

Komisi B yang diketuai Jafar Gultom, menegaskan program kerja ke depan dengan meningkatkan hubungan eksternal serta meningkatkan promosi.

“PHRI Sumut akan menyiapkan direktori hotel dan restoran seluruh Sumut,” kata dia. Kemudian PHRI Sumut juga siap menggalakkan promosi dan event-event wisata,” jelasnya.

Selain hal tersebut, komisi A dan komisi B juga menyikapi tentang progress sertifikasi usaha dan sertifikasi profesi hotel dan restoran. Rakerda PHRI juga memutuskan untuk melakukan kerjasama dan pendidikan kepada pelaku industri pariwista.

“Tujuannya sertifikasi dan kompetensi ini bisa digagas agar cepat rampung. Kita jangan sampai tertinggal dengan daerah lain,” kata Dewi Juita Purba menambahkan.

Para pengurus industri hotel dan restoran juga merekomendasikan kepada PHRI Sumut agar kelak bisa melakukan standarisasi tarif agar tak terjadi perang bintang.

“Tapi perlahan kita benahi. Karena industri ini sangat dinamis. Sehingga perlu masukan dari daerah-daerah mau dibuat bagaimana baiknya,” kata Dewi. “Apalagi persoalannya bukan sampai di situ. Kita juga harus melakukan penataan kode etik rekruitmen sumber daya manusia antar karyawan hotel. Tentu ada aturan agar tak terjadi saling bajak karyawan,” ujarnya.

Persoalan alot sedikit muncul saat pembahasan tentang kewajiban anggota. Maulana Yusran memberi masukan agar PHRI Sumut melihat kemampuan anggota.

“Ada hal-hal yang perlu diketahui bahwa anggaran dasar kita nanti ada perubahan. Termasuk uang pangkal nantinya akan digagas bagaimana baiknya agar uang pangkal misalnya tetap berada di daerah dan berapa besaran yang pantas. Klasifikasi serta siapa yang menetapkan,” kata Maulana.(wol/data2)

Editor: SASTROY BANGUN