OJK Terbitkan SE Pembelian Kembali Saham

(foto: indotesis.com)

JAKARTA, WOL– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan surat edaran yang memperbolehkan emiten atau perusahaan publik melakukan pembelian kembali (buy back) sahamnya tanpa perlu memperoleh persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS).

“Penerbitan surat edaran itu guna memberikan stimulus dan mengurangi dampak pasar yang berfluktuasi secara signifikan karena adanya pengaruh dan tekanan dari luar terhadap pasar,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida dalam siaran pers di Jakarta.

Ia menambahkan bahwa emiten atau perusahaan publik yang melaksanakan Surat Edaran OJK itu tetap memiliki ketentuan, yakni total pembelian kembali saham paling banyak 20 persen dari modal disetor (termasuk treasury stocks), dan paling sedikit saham yang beredar adalah 7,5 persen dari modal disetor.

Ia mengemukakan bahwa stimulus kebijakan itu ditetapkan dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 22/SEOJK.04/2015 tentang Kondisi Lain sebagai Kondisi Pasar Yang Berfluktuasi Secara Signifikan dalam Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik.

Dalam peraturan itu, dijelaskan mengenai Kondisi Lain sebagai Kondisi Pasar Yang Berfluktuasi Secara Signifikan dalam Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik, yakni kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mengalami penurunan sejak lima bulan terakhir.

Advertisement

Kemudian, kondisi perekonomian nasional yang mengalami pelambatan sejak awal tahun sampai dengan pertengahan kuartal III tahun 2015. Dan kondisi perekonomian regional yang mengalami tekanan dan pelambatan.

Sementara itu dalam data BEI tercatat posisi IHSG tertinggi pada tahun ini sebesar 5.523 poin pada 7 April 2015. Sedangkan, level terendah IHSG terjadi pada hari ini (Jumat, 21/8) di posisi 4.335 poin, dengan demikian IHSG mengalami penurunan sekitar 27,40 persen.(ant/hls/data2)