KPU: Partai Tak Boleh Menarik Mundur Calonnya

Komisioner KPU RI Arief Budiman (foto: lensaindonesia.com)

JAKARTA, WOL – Jumlah pasangan calon kepala daerah di Denpasar, Bali dan Indramayu, Jawa Barat dikabarkan berkurang lantaran membatalkan pendaftaran yang sudah dilakukan. KPU mengaku belum mengetahui persis ihwal pembatalan tersebut.

“Kita tunggu saja besok putusannya. Kan besok penetapan. Jangan-jangan itu enggak mundur. Nanti kita cek dulu,” kata Komisioner KPU RI Arief Budiman di sela-sela diskusi Forum Senator untuk Rakyat di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (23/8).

Meski demikian, Arief mengingatkan, pasangan calon tidak boleh mengundurkan diri pasca-pendaftaran di KPU setempat. Terlebih pengunduran diri pasca-penetapan calon yang akan dilakukan besok, Senin (24/8). Arief mengatakan, jika ada yang mundur, akan ada sanksi yang menanti.

“Yang jelas UU menyebutkan, partai tidak boleh menarik calonnya dan calon tidak boleh mundur. Sanksinya apa? Kalau calon perseorangan calon gubernur dikenakan denda Rp20 miliar dan calon bupati atau walikota Rp10 miliar,” terang Arief.

Arief menambahkan, “Kalau partai politik, tidak boleh mengusung pasangan calon (di pilkada) yang akan datang di daerah itu. Kalau calonnya sendiri bukan perseorangan, memang tidak diatur (harus bayar).”

Advertisement

Besok, di luar empat daerah yang dipastikan akan menyelenggarakan Pilkada 2017 mendatang, atau 266 daerah, nasibnya akan diputuskan. Apakah ada daerah yang harus menunda, karena kekurangan calon yang disebabkan tiba-tiba mengundurkan diri, atau karena tidak lolos karena verifikasi.

KPU akan memberikan kesempatan perpanjangan waktu kepada daerah yang hanya menyisakan satu pasangan calon saja. Kesempatan itu, untuk mencari pasangan calon lain yang lulus kualifikasi agar dapat berlaga pada 9 Desember mendatang. (metrotvnews/data2)