KPK Jawab Tudingan Penculikan OC Kaligis

Istimewa
Iklan

JAKARTA, WOL – Plt Pimpinan KPK Indriyanto Seno Adji membantah penyidik KPK menculik Otto Cornelis Kaligis, pengacara yang jadi tersangka suap hakim PTUN Medan. Penyidik, kata Indriyanto, berusaha untuk menjalankan tugasnya sebagai penegak hukum.

Tentunya, kata dia, sesuai dengan prosedur dan ketentuan. “Untuk OCK tidak ada jemput paksa, tapi dilakukan dengan mekanisme prosedural rutin sesuai aturan hukum,” kata Indriyanto kepada wartawan, Jumat (7/8) malam.

Indriyanto menanggapi persoalan ‘penculikan’, karena pihak keluarga Kaligis telah membuat laporan ke Bareskrim Polri.

Diketahui, ‘penculikan’ yang dimaksud Kaligis adalah penjemputan KPK pada 14 Juli lalu. Lembaga antikorupsi mendatangi Kaligis dengan maksud untuk memeriksanya dalam kasus dugaan suap Pengadilan Tata Usaha Negara Medan.

Menurut Indriyanto, KPK sudah memenuhi segala keperluan untuk menjemput Kaligis yang kini menjadi tersangka kasus dugaan suap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan. Dia memastikan, tak ada kesalahan dalam prosedur ini.

iklan

“Prosedur admin juga sudah lengkap seperti sprindik (surat perintah penyidikan), sprinkap (surat perintah penangkapan) dan lain-lain,” beber dia.

Keluarga Kaligis melaporkan KPK terkait dugaan penculikan dan dugaan penyalahgunaan kewenangan atas penangkapan pengacara senior itu pada 5 Agustus lalu ke Bareskrim. Kaligis dijemput dan ditahan KPK pada 14 Juli lalu di salah satu hotel di Jakarta.

Penyidik menduga ada keterlibatan advokat itu setelah memeriksa anak buah Kaligis, M. Yagari Bastara alias Gerry, yang tertangkap tangan menyuap hakim PTUN Medan, pada 9 Juli lalu. KPK kemudian menetapkan Kaligis sebagai tersangka.

Dia diduga melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a dan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b dan atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU 20 Tahun 2010 jo Pasal 64 ayat 1 jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.
(metrotvnews/data1)

Iklan