Korban Bom Lhokseumawe Tinggalkan RS

Ilustrasi
Iklan

LHOKSEUMAWE, WOL – Tujuh korban ledakan dua bom rakitan di Desa Ujung Pacu, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Minggu dini hari, terus membaik. Ketujuh korban itu dirawat di Rumah Sakit PT Arun Lhokseumawe.

Dokter jaga RS PT Arun, Rizaluddin, mengatakan enam korban sudah kembali ke rumah masing-masing. Satu orang masih dirawat di rumah sakit.

“Secara umum kondisi korban baik, namun hanya satu orang bernama Sulaiman Taib harus dirawat inap karena terkena serpihan di areal mata dan wajah,” ujar Rizaluddin, hari ini, Minggu (9/8).

Sebelumnya, dua bom rakitan meledak pada Sabtu, 8 Agustus, pukul 21.30 WIB. Bom tersebut berukuran sekitar 30 sentimeter dan dibalut plastik hitam.

Letusan bom menyebabkan delapan warga luka-luka sehingga harus dilarikan ke RS PT Arun. Masing-masing warga yang terkena bom, Sulaiman Lidan, Sulaiman M Taib, Sulaiman A Rani, M. Yunus Ubit, Umar, Ramadi, Khaidir dan Tarmizi.

iklan

Umar, salah seorang korban, mengatakan saat sedang duduk di warung kopi tiba-tiba salah seorang warga melaporkan kepada dirinya ada ledakan bom sekitar pos jaga desa setempat.

Beberapa warga bersama dirinya kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk melihat langsung. Setiba di lokasi terlihat ada bekas ledakan di areal paret jalan. Tak lama kemudian ledakan di lokasi yang sama kembali terjadi.

“Selang 20 menit dari ledakan pertama, kemudian ada ledakan lagi dari arah pos jaga yang hanya berjarak 50 meter. Sebelum terjadi ledakan, saya sempat lihat ada benda yang berukuran 30 sentimeter dan dibalut dengan plastik hitam di bawah pos jaga,” ujar Umar.

Umar menambahkan, usai ledakan, ia sempat pulang ke rumah. Namun, serpihan bom ternyata mengenai tulang keringnya.  Tak sanggup menahan perih, ia kemudian dibawa ke RS PT Arun.

Sementara itu, Kapolres Lhokseumawe AKBP Anang Triarsono melalui Kepala Bagian Operasi, Kompol Isharyadi mengatakan, pihaknya langsung mengamankan dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil olah TKP ditemukan beberapa lempengan besi, bekas baterai, kabel dan bekas timer bom yang meledak. Bom rakitan itu memiliki radius ledakan mencapai 50 meter.

“Kita sudah melakukan olah TKP dan melakukan pengamanan. Selain itu kita juga sudah berkoordinasi dengan Tim Penjinak Bom (Jibom) Den B Brimobda Polda Aceh Jeulikat, Lhokseumawe,” ujar Isharyadi.

Sekitar pukul 00:00 WIB petugas penjinak bahan peledak Den B Brimobda Polda Aceh Jeulikat Lhokseumawe mensterilkan lokasi ledakan.(antara/hls/data1)

Iklan