Komisi D Sinyalir Ada Permainan Dwelling Time di Belawan

indonetwork.co.id
Iklan

MEDAN, WOL – Wakil Ketua Komisi D DPRD Sumatera Utara, HM Nezar Djoeli mensinyalir adanya indikasi permainam oknum yang menyebabkan terhambatnya proses arus barang di pelabuhan Belawan.

Ia mengatakan, pelabuhan Belawan merupakan pintu akses kegiatan ekspor impor di Sumatera Utara.

“Jadi kita harapkan jangan ada hambatan dalam proses arus barang di sana. Tapi kenyataannya proses dwelling time di Belawan sangat panjan,” katanya, Rabu (26/8).

Anggota Komisi D, Astrayuda Bangun menambahkan, apabila suatu barang semakin lama disimpan di pelabuhan akan mempengaruhi biaya produksi bagi eksportir maupun importir. Hal ini tentu akan berdampak pada kerugian negara.

“Idealnya barang itu menginap 3 hari. Tapi kenyataan di lapangan, barang bisa menginap 9-10 hari,” tuturnya.

iklan

Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya akan segera memanggil pihak-pihak terkait seperti PT Pelindo, Bea Cukai, dan para pelaku ekspor impor untuk membahas masalah dwelling time ini.

“Harus ada investigasi secara menyeluruh supaya kita tahu di mana titik-titik yang menyebabkan dwelling time ini begitu lama. Apakah dari Pelindo atau bea cukainya?” tegas politisi Partai Gerindra ini.(wol/cza/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan