Kapoldasu: Penyidikan Kasus Perambahan Hutan Simalungun Lanjut

WOL Photo
Iklan

MEDAN, WOL – Penyidikan kasus perambahan hutan di Simalungun tetap dilanjutkan. Itu belum dihentikan. Hal ini ditegaskan Kapolda Sumut, Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo, Sabtu (29/8).

Ditanya soal penetapan status tersangka terhadap Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Simalungun, Jan Wanner Saragih, yang sampai saat ini belum juga diperiksa Subdit IV/Tipiter Direktorat (Dit) Reskrimsus Polda Sumut, jenderal bintang dua itu mengatakan, masih tetap dilanjutkan.

Kata dia, dalam proses penyidikan kasus perambahan hutan lindung di Batu Holing, Dusun Urung Doloknagori Togur, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun, pihaknya tetap berkoordinasi dengan pihak terkait.

Termasuk bekerjasama dengan pihak TNI yang disebut-sebut telah menggunakan hutan register tersebut sebagai tempat pelatihan militer. Polda Sumut juga akan berkoordinasi dengan Kemenhut untuk mengetahui peruntukan lahan hutan tersebut.

“Misalnya, lahan itu sudah digunakan TNI. Kita akan lihat SK Menhut No 44 untuk mengetahui peruntukan lahan itu,” pungkas Kapolda Sumut, Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo.

iklan

Sebelumnya, Polres Simalungun telah menetapkan 12 warga sebagai tersangka kasus perambahan hutan lindung di Batu Holing, Dusun Urung Doloknagori Togur, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun.

Berdasarkan pengakuan ke 12 tersangka, mereka mendapat persetujuan dari Kadishut Simalungun Jan Wanner Saragih untuk merambah hutan tersebut. Setelah itu, lahan tersebut diserahkan dan dimanfaatkan pihak TNI untuk sarana latihan militer.

Kasubdit IV/Tipiter Ditreskrimsus Poldasu, AKBP Robinson Simatupang, sebelumnya mengatakan, pihaknya sudah turun ke lokasi (hutan lindung di Batu Holing, Dusun Urung Doloknagori Togur, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun, red), beberapa bulan lalu. Di lokasi itu sedang ada latihan militer dengan plang bertuliskan larangan masuk.

“Dengan adanya latihan militer di lokasi itu, tim kita tidak jadi masuk ke lokasi. Kemudian kita laporkan ke pimpinan,” kata Robin.

Kondisi itu kemudian disampaikan ke pihak DPRDSU dan dilakukan rapat dengar pendapat Komisi A DPRDSU dihadiri Poldasu, Kodam I/BB diwakili Dan Rindam I/BB dan Pemkab Simalungun diwakili Kadishut Simalungun Ir Jan Wanner Saragih.

Dalam rapat itu, Pemkab Simalungun mengakui menyerahkan hutan lindung itu ke Kodam I/BB sebagai tempat latihan militer. Keterangan Kadishut itu juga diamini pihak Kodam I/BB yang meminta 10.000 Ha sebagai tempat latihan.

Pada kesempatan itu, tambah Robin, sempat terjadi argumen alot antara DPRDSU dengan pihak Kodam I/BB soal terjadinya perambahan. Namun alasan pihak TNI, jika tidak dilakukan penebangan, tentu kendaraan pada saat latihan tidak bisa melintasi areal.

Jan Wanner Saragih dijerat dengan Pasal 50 (3) huruf a,b,e, j dan k jo Pasal 78 (2) (5) (9) dan 10 dan UU RI  No41 Tahun 1999, tentang kehutanan Pasal jo 55 dan 56 KUHP sub Pasal 109 jo Pasal 36 (1) dari UU RI No 32 Tahun 2009, tentang lingkungan hidup, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun.

Dalam kaitan ini, massa Gerakan Mahasiswa Pencinta Alam (Gemapala) Universitas Sumatera Utara (USU), Front Koar Koar Sumut dan DPD Lasser Siantar-Simalungun, meminta Kapolri, Jenderal Badrodin Haiti untuk meninjau ulang kepemimpinan Kapoldasu, Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo.

Bahkan, massa aksi meminta agar Kapolri mencopot Eko Hadi Sutedjo dari jabatan Kapoldasu, karena dinilai tidak mampu menuntaskan berbagai kasus, terutama yang diduga melibatkan kepala daerah, Bupati Simalungun JR Saragih.

Permintaan itu disampaikan dalam aksi unjukrasa Gemapala dan DPD Lasser Siantar-Simalungun di depan gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Poldasu, Kamis (13/8) sore.

Massa menyebut, salah satu kasus mencolok yang belum diungkap Poldasu, adalah yang melibatkan JR Saragih, yakni perambahan hutan Togur Sianak di Simalungun dan kasus dugaan penipuan sebesar Rp4 miliar yang dilaporkan Elias Purwaja Purba.

Menurut massa, kasus perusakan Hutan Togur Sianak di Kabupaten Simalungun yang telah dirambah mafia, Dinas Kehutanan Simalungun, diduga bekerjasama dengan JR Saragih.(wol/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan