Gatot: Saya Masih Gubernur Aktif

tempo.co

JAKARTA, WOL – Gatot Pujo Nugroho kesal dirinya disebut telah nonaktif. Dia merasa masih menjadi Gubernur definitif Sumatera Utara.

“Pak Gubernur minta jelaskan ke media, ‘Tolong dong Pak Razman, saya ini masih gubernur aktif. Dalam peraturan perundang-undangan meski ada plt sehari-hari, tetap kordinasinya kepada gubernur aktif. Jangan diplesetkan’,” kata Pengacara Gatot, Razman Arif Nasution, di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (12/8).

Menurut dia, hal ini sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Walau kini Gatot ditahan dalam kasus dugaan suap di Pengadilan Tata Usaha Negara Medan, Razman memastikan kliennya masih bisa memimpin daerahnya.

Razman menegaskan, Gatot hanya bisa dinonaktifkan bila sudah disidang. Kemudian, dia baru bisa digantikan jika sudah ada vonis berkekuatan hukum tetap.

Razman balik menyerang Tengku Erry Nuradi yang kini menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumut. Menurut Razman, Erry harus menunggu vonis MA.

Advertisement

“Kalau Tengku Erry (Wakil Gubernur Sumut) ingin jadi gubernur, ya tunggu vonis selesai. Seperti Rano Karno baru hari ini dilantik jadi Gubernur definitif Banten,” jelas dia.

Dia menjelaskan, proses serupa pernah dialami Gatot ketika masih menjadi Wakil Gubernur Sumut. Dia baru bisa menggantikan Syamsul Arifin setelah vonis inkracht akibat terbukti korupsi.

“Pak Gatot juga mengalami hal yang sama ketika Pak Syamsul. Sabarlah,” pungkas dia.

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, mengatakan Gubsu Gatot Pujo Nugroho dibebastugaskan dari jabatannya sebagai kepala daerah. Hal itu dilakukan supaya Gatot fokus pada kasus dugaan suap yang mengakibatkan dia ditahan di Rutan Cipinang, Jakarta Timur sejak Senin 3 Agustus lalu.

“Berdasarkan Undang-undang (Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah), kalau pada posisi tersangka memang dia masih menjabat sebagai gubernur. Ketika dia ditahan, itu dibebastugaskan supaya konsentrasi pada kasusnya,” kata Mendagri di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Meskipun berada di balik jeruji besi tahanan, Gatot masih berhak mendapatkan gaji dan tunjangan sebagai kepala daerah. Meski dia tidak lagi dapat menjalankan tugas, wewenang, dan kewajibannya sebagai Gubernur Sumatera Utara.

Ketika berkas perkara Gatot nanti memasuki tahap persidangan, maka Menteri Dalam Negeri akan memberhentikan sementara Gatot dari jabatannya sebagai gubernur.

“Kalau misalnya dia mengikuti persidangan, supaya konsentrasi pada kasusnya, itu baru diberhentikan sementara sambil menunggu putusan pengadilan,” jelas Tjahjo.

Dikabarkan, selama empat jam petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibantu pihak Kepolisan Daerah Sumatera Utara melakukan penggeledahan di kediaman pribadi Gubernur Sumut non aktif, Gatot Pujo Nugroho, Kompleks Citra Seroja, Jalan Seroja, Kecamatan Medan Sunggal, Rabu (12/8).

Informasi yang diperoleh dari lokasi menerangkan, kedatangan kembali petugas mengambil sisa-sisa dokumen-dokumen mengenai suap Hakim PTUN Medan.

“Sabar ya bang, kami lagi melakukan pemeriksaan dan penyidikan. Belum bisa kami berikan keterangan,” ucap salah seorang petugas yang menggeledah kediaman Gatot, Rabu (12/8) sore tadi.

Pantauan Waspada Online dari lokasi, tampak petugas KPK serta Sabhara Polresta Medan sedang melakukan pemeriksaan dan terlihat dua unit mobil parkir di depan rumah pribadi Gatot. Tak hanya kediaman Gatot, Tim KPK yang terbagi menjadi tiga tim ini juga menggeledah ruang Biro Keuangan Pemprov Sumut serta ruang BKD Provsu.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait penggeledahan orang nomor satu di Sumatera Utara ini. (metrotv/ags/data1)