Forum Masjid Akan Tutup Paksa Karaoke Milo

Istimewa
MEDAN, WOL – Forum Masjid Sumatera Utara (Sumut) akan mengerahkan massa dan menggelar aksi bila pemerintah masih tidak merespon desakan jamaah dan masyarakat sekitar Masjid An-Nazafah untuk menutup Karaoke Milo Jalan Juanda Medan.
“Bila pemerintah khususnya dinas pariwisata tidak tegas atau masih tetap lemah serta masih menempatkan kepentingan kelompok diatas kepentingan masyarakat banyak, maka kita terpaksa akan mengerahkan massa dan menutup paksa karaoke tersebut,”tegas Ketua Forum Masjid Sumut, Rafdinal.
Pernyataan ini disampaikannya mengingat hingga sekarang pemerintah terkesan melakukan pembiaran dan pihak pengusaha tidak cepat respon dalam menyelesaikan masalah tersebut, sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan konflik ditengah masyarakat.
“Semestinya pihak pengusaha harus menyadari dan merespon permintaan penutupan itu, karena itu hal yang wajar mengingat masjid sebagai pusat ibadah dan simbol keagamaan umat Islam supaya tidak terjadi konflik ditengah masyarakat,”ucap Rafdinal lagi.
Tambah Rafdinal, aturan tentang keberadaan tempat hiburan sudah ada aturan yang mengaturnya yakni Perda Kota Medan nomor 4 tahun 2014 Tentang Kepariwisataan dan Perwal Kota Medan nomor 29 tahun 2014, tentang Tanda Daftar Usaha Pariwisata.
“Karena pemerintah kita inikan terlalu lengah dan terlalu menganggap sepele dengan membiarkan potensi-potensi konflik padahal sudah sangat jelas adanya peraturan yang mengatur kalau tempat hiburan itu harus jauh dari tempat ibadah,”ucapnya.
Untuk diketahui, Karaoke Milo yang berada di jalan Juanda Medan terus didesak untuk segera ditutup oleh masyarakat sekitar Jalan Juanda dan Jalan  Rumah Sumbul Kelurahan Pasar Merah Barat, Kecamatan Medan Kota, Medan. Karaoke yang hanya dibatasi pagar tembok Mesjid An-Nazafah dan dinding bangunan Karaoke Milo sejarak sekitar 10 meter itu dinilai meresahkan warga sekitar, khususnya kalangan jamaah Mesjid.
Sebelumnya juga Sekretaris Majelis Persaudaraan Muslim Mesjid (MPM) An-Nazhafah, Zaman K. Mendrofa mengungkapkan, pembahasan terkait keberadaan Karaoke Milo sudah dua kali dilakukan dengan pihak Legislatif. Sayangnya, hingga hari ini, tak ada kejelasan dan realisasi penutupan Karaoke itu.(wol/rdn/data2)
Advertisement