16.000 Pekerja Anak di 24 Provinsi akan Ditarik

Antara
Iklan

JAKARTA, WOL – Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengatakan, pemerintah akan menarik 16.000 pekerja anak  di 24 provinsi  dan 138 kab/kota di seluruh Indonesia.

Sasaran penarikan 16.000 pekerja anak ini tersebar di 24 provinsi  dan 138 kab/kota di seluruh Indonesia ditarget 2015.

“Pemerintah mendorong agar penarikan pekerja anak ini menjadi gerakan nasional karena ini menyangkut investasi jangka panjang untuk membangun generasi muda Indonesia,” kata Menaker Hanif dalam keterangan tertulisnya melalui Biro Humas Kemnaker.

Hanif mengatakan untuk mempecepat program penarikan pekerja anak ini kerjasama dari para stakeholder, baik aparatur pusat maupun daerah, pihak pengusaha, elemen masyarakat maupun media sehingga menjadi gerakan nasional yang berjalan secara optimal.

“Sejak tahun 2008 sampai saat ini, kita telah melakukan penarikan pekerja anak dari tempat kerja dan dikembalikan ke satuan pendidikan sebanyak 64.055 anak. Tentunya semua ini dapat terlaksana karena kerja sama lintas sektor dan stakeholders terkait,” kata Hanif.

iklan

Hanif menambahkan diperlukan  program kerja terpadu agar upaya penghapusan pekerja anak dapat berjalan lebih cepat dan mencapai hasil maksimal dengan mengembalikan pekerja anak ke dunia pendidikan atau memperoleh pelatihan keterampilan.

“Dalam program ini para pekerja anak bakal ditarik  dari tempat mereka bekerja dan  ditempatkan sementara di rumah singgah (shelter) untuk mendapatkan pendampingan khusus  dan masa pembinaan, sebelum akhirnya bersekolah kembali,” kata Hanif.

Rencana Aksi Nasional Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak (RAN-PBPTA) sebagai amanat dari Keputusan Presiden No. 59 Tahun 2002 tentang RAN-PBPTA, pada tahun ini memasuki Tahap III  atau periode 10 tahun kedua (Tahun 2013 – 2022).

“Program dan kegiatan RAN-PBPTA Tahap III telah dituangkan dalam Peta Jalan (Roadmap) Menuju Indonesia Bebas Pekerja Anak Tahun 2022. Kita butuh gerakan nasional untuk mencapai target yang cukup berat ini,” kata Hanif.

Program penarikan Pekerja Anak  dilakukan untuk mendukung Program Keluarga Harapan (PPA-PKH). Kegiatan ini diarahkan dengan sasaran utama anak bekerja dan putus sekolah  yang berasal Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) dan berusia 7- 15 tahun.(hls/data1)

Iklan