12 Nelayan Langkat Sebenarnya Diculik Polisi Malaysia

Ilustrasi (Ist)

MEDAN, WOL – Inilah kronologis penangkapan 12 nelayan tradisional Kabupaten Langkat berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Waspada Online, Sabtu (15/8).

Disebutkan, sejumlah 12 nelayan tradisional Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara ditangkap Polisi Maritim Malaysia Jumat (24/7) pukul 13.30 WIB.

Nelayan tersebut ditangkap 51 mil dari Langkat dan diyakini masih di dalam perairan Indonesia.

Diketahui, Selasa (21/7) pukul 23.30 WIB selepas libur hari raya Idul Fitri, satu team nelayan tradisional Pangkalan Berandan dengan nomor lambung PB 107,5 GT, yang terdiri dari 5 nelayan pergi melaut mencari ikan.

pada hari Rabu (22/7), di susul team ke dua terdiri dari 7 nelayan tradisional PB 005, 5GT dengan kegiatan yang sama.

Advertisement

Sementara itu cuaca di laut berkabut sangat tebal dan tidak keliatan apapun. Sehingga 2 team nelayan tradisional ini memutuskan untuk berjalan pelan sambil menunggu cuaca membaik. pada saat itulah 2 team nelayan tradisional ditangkap.

Nasrun (34) Nahkoda kapal PB 107,5 GT menghubungi Istrinya Wilyana (32) memberikan kabar bahwa ia bersama nelayan lainnya ditangkap Polisi Malaysia. “Dek abang kena tangkap polisi di Raja Malaysia, sabar-sabar ya dek dan tolong sampaikan ke Iqbal mohon diurus kami secepatnya,” tutur Nasrun Lewat ponsel.

Dari informasi yang diterima bahwa waktu penarikan nelayan tradisional oleh Polisi Maritim Malaysia ini sekitar 7 jam masa perjalanan baru bisa melihat titi Pulau Penang, hal ini membuktikan kalau penangkapan tersebut masih berada dalam perairan Indonesia.

Syafi’i (29) Nahkoda PB 005, 5GT melalui hubungan seluler mengatakan, mereka dipaksa menanda tangani surat yang tidak boleh mereka baca isi dari surat tersebut. Nelayan tradisional sudah meminta pihak Polisi Maritim Malaysia untuk menyampaikan informasi kepada konjen Indonesia di Penang agar didampingi. Namun ditolak oleh Polisi Maritime Malaysia dan memaksa para Nelayan Tradisional Kabupaten Langkat untuk menandatangani surat yang mereka tidak ketahui.

Atas situasi ini, penting bagi negara Indonesia untuk mendesak pihak Malaysia segera memulangkan para Nelayan Tradisional yang diculik serta Indonesia harus segera mengirimkan Nota Protes akibat upaya Malaysia yang sudah menculik nelayan tradisional Kabupaten Langkat.(wol/rio/data2)

Editor: SASTROY BANGUN