Reshuffle Menteri, Menteri Terpilih Harus Kompeten

Istimewa
Iklan

JAKARTA, WOL – Jabatan menteri dalam pemerintahan memegang peranan penting dalam pelaksanaan pemerintahan. Karena seorang menteri menjalankan salah satu fungsi dan tugas yang menjadi tujuan pembangunan yang telah dicanangkan oleh Pemerintah. Oleh karena itu, terkait isu reshuffle kabinet di Pemerintahan Jokowi.

Hal tersebut ditegaskan Oni Suharman yang merupakan anggota DPD RI menyusul menyeruaknya isu reshuffle sejumlah menteri Kabinet Kerja Jokowi-JK.

“Siapapun nanti yang akan menjadi menteri, yang penting adalah dia yang bisa membangun daerah,” ujar Oni.

Oni yang merupakan senator dari Jawa Barat ini juga menegaskan bahwa saat ini yang harus diberikan perhatian lebih adalah bangsa dan rakyat. Permasalahan yang muncul karena kegaduhan politik sangat berdampak pada masyarakat. Permasalahan yang terjadi dalam rakyat dianggap lebih penting daripada membahas mengenai isu reshuffle kabinet. Saat ini yang dibutuhkan adalah adanya kerjasama dari berbagai pihak dengan pemerintah untuk dapat menyejahterakan bangsa.

“Masalah reshuffle kabinet sebenarnya tidak perlu dibesar-besarkan, yang penting adalah bagaimana caranya membuat harga-harga sembako stabil di masyarakat. Dan untuk dapat menstabilkan harga, semua pihak harus dapat bekerjasama dengan pemerintah,” tegas Oni.

iklan

Rahmad Bagja, seorang pengamat politik Universitas Al Azhar, mengatakan bahwa seorang menteri harus mampu menjadi pemimpin di kementriannya. Posisi menteri juga harus dipegang oleh orang yang benar-benar mampu, bukan hanya dari kepentingan politik saja.

“Kementerian harus dipimpin oleh menteri yang bisa menggunakan semua sumber daya di kementeriannya itu,” ujarnya. (wol)

Iklan