Pilkada Jangan Jadi Euforia Kalangan Partai dan Pemerintahan

Ilustrasi
Iklan

MEDAN, WOL – Pembukaan pendaftaran pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Medan periode 2016-2021 resmi dibuka Komisi Pemilihan Umum kemarin (26/7). Babak baru suksesi kepemimpinan Kota Medan sudah dimulai. Pemilihan pasangan wali kota dan wakil wali kota diharapkan tidak jadi euforia hanya di kalangan elit partai dan pemerintahan, tetapi juga rakyat sebagai pemegang kedaulatan.

Sudah sepatutnya, rakyat juga memiliki harapan pada pasangan yang mendeklarasikan diri untuk mengabdi. Salah satu potensi yang ada pada warga Kota Medan saat ini adalah pemuda.

Pemuda pada momentum lima tahunan ini diharapkan menjatuhkan pilihannya pada pasangan yang memiliki visi peningkatan ekonomi melalui pembukaan lapangan kerja dan tentu saja, program kemandirian berupa peluang membuka usaha kreatif bagi pemuda dan angkatan kerja di Medan.

“Peluang dimulai dengan penyediaan kredit usaha dan proteksi berupa penyediaan lokasi usaha agar tidak digusur dan diganggu oleh kutipan liar,” kata Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Medan Ruben Panggabean, Senin (27/7).

Apalagi, dengan akan dimulainya Masyarakat Ekonomi Asean awal 2016 mendatang, persaingan di kota besar seperti Medan akan semakin keras. Maka peran dan tanggungjawab pemerintah daerah kepada warganya akan semakin besar.

iklan

Selain mampu menggundang investasi di Kota Medan, kepala daerah juga harus mampu memperhitungkan manfaat yang diperoleh masyarakat dengan dibukanya lapangan kerja.

Oleh karenanya diharapkan masyarakat jangan memberikan suara dengan melihat faktor primordial semacam irisan SARA, apalagi karena ‘money politics’ tetapi lebih kepada tawaran visi dan program pro kerakyatan yang riil bagi warga.(wol/cza/data1)

Iklan