PHRI Minta Jaminan Keamanan Bagi Wisatawan

WOL Photo/Lihavez

MEDAN, WOL – Hingga saat ini sudah banyak turis mancanegara yang menjadi korban perampokan di Medan. Untuk itu Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut meminta ada jaminan keamanan terhadap para wisatawan.

Ketua PHRI Sumut Denny S Wardhana, didampingi Sekretaris PHRI Dewi Juita Purba, Bendahara Lili Zainab, para pengurus PHRI Sumut periode 2015-2020, serta para penasihat PHRI seperti Hendra Arbie, Cahyo Pramono, Parlindungan Purba serta Hendry Hutabarat, menyampaikan permintaan tersebut secara serius, Kamis (9/6).

Hal itu disampaikannya menyusul kejadian terakhir terhadap turis Astra Taylor (27) asal Inggris yang korban rampok di Jalan Gatot Subroto simpang Jalan Pinang Baris Senin (6/7).

PHRI menurutnya sangat menyesalkan banyaknya turis yang jadi korban kejahatan. “Mereka harusnya mendapat jaminan keamanan kalau berkunjung ke sini. Sebab jika mereka sering jadi obyek kejahatan akan ada imej ke luar bahwa Medan tidak layak dikunjungi.”

“Di tengah upaya pemerintah pusat dan daerah yang akan mendorong jumlah wisatawan di atas 10 juta kedatangan ke seluruh Indonesia, tentu akan menjadi persepsi negatif,” tuturnya.

Advertisement

“Kalau mereka dirampok di sini, para turis itu akan cerita ke wisatawan di negaranya. Coba yang rugi akhirnya kita juga. Ya di sini peran penting aparat keamanan untuk memberi rasa aman kepada pendatang,” tuturnya.

Sebenarnya penduduk setempat pun harus mendapat jaminan rasa aman, namun tentu para turis yang datang pun berhak diperlakukan sama. “Coba kalau misalnya ada tamu datang ke rumah kita, terus kita kasari. Pasti dia tak mau datang lagi. Dan akan cerita ke yang lain agar jangan datang ke rumah kita.”

Melihat tingginya tingkat kriminalitas terhadap wisatawan ini harusnya sudah jadi warning. Menurut catatan PHRI, kata Denny, tingkat kriminalitas terhadap turis makin tinggi terutama sejak 2013.

Di tahun itu, setidaknya berdasarkan laporan kepada polisi, kasus perampokan terhadap wisatawan terjadi di Februari 2013 korbannya warga Belgia, Mei 2013 warga Belanda korban jambret, sebulan kemudian dua warga Selandia baru dan Australia juga menjadi korban rampok pada Juni 2013,lalu warga Inggris pada bulan Juli, disusul korban warga Taiwan pada Oktober 2013,

Tahun lalu atau tepatnya 2014 angkanya meningkat lagi. Membuka tahun 2014 tepatnya di Januari sudah ada enam warga Somalia, dirampok. Senin 28 April 2014 dua turis asal Belanda jadi korban kejahatan jalanan ini.  Kemudian 3 Mei 2014 turis asal Jerman menjadi korban perampokan.

Minggu (28/7/2014) siang, seorang wanita asal Inggris menjadi korban kejahatan jalanan saat melintas di Jalan Pandu, Medan. Selasa (13/8), dua turis Jerman, Theresa (28) dan teman perempuannya, yang dijambret saat naik becak bermotor di Jalan Palang Merah, Medan. Selanjutnya 26 Agustus 2014, turis asing asal Jerman, Marven (28). Dia kehilangan tas  berisi satu unit HP, Handycam, Pasport berikut dokumen-dokumen penting miliknya. Minggu (6/10/2014) Turis asal Taiwan, Chen Li (32), dijambret saat melintas naik becak bermotor di Jalan Palang Merah, Medan.

Aksi kejahatan yang menimpa wisatawan juga terjadi pada Rabu (14/10/2014). Dua pelancong asal Chile menjadi korban penjambretan di kawasan Jalan Kejaksaan, Medan.  Berikutnya  Selasa (5/11/2014), dua wisatawan asal Jerman Carmel Isabel Seidenschuner (23) dan adiknya Hald Weeg Simon Vincent (21), mendatangi Mapolresta Medan. Turis asal Haldenweg, Jerman, ini melaporkan penjambretan yang dialaminya di Jalan Palang Merah, Medan. Akibatnya uang tunai, paspor, dokumen penting digondol penjambret.

Tak lama berselang  Marten Lenoir, wisatawan asal Belanda, yang baru menginjakkan kaki di kota Medan dijambret di Jalan Ahmad Yani, Medan, Minggu (23/11/2014) malam. Akibat penjambretan itu, Marten kehilangan tas berisi uang, paspor, HP dan dokumen penting lainnya. Marten langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolresta Medan.

Tahun ini setidaknya kejadian serupa menimpang  Scott (25) dan Caren (25), sudah menjadi korban penjambretan. Keduanya dijambret saat melintas di Kesawan, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Medan Barat, Rabu petang (29/4/2015). Kasus yang baru saja terjadi adalah Astra Taylor (27) turis asal Inggris korban rampot di Jl. Gatot Subroto simpang Jl. Pinang Baris Senin (6/7/2015)

Atas berbagai fakta itulah PHRI Sumut meminta jaminan keamanan terhadap warga Medan dan para pendatang. “Kalau ini tidak bisa kita perbaiki, citra Medan akan jatuh. Jangankan turis asing, kita yang di sini pun cemas kalau tingkat kriminalitas makin tinggi,” tuturnya. (wol/ags/data1)

Editor: SASTROY BANGUN