Penembakan Polisi Terhadap Warga Direkonstruksi

Ilustrasi

MEDAN, WOL – Propam Polresta Medan bersama jajaran petugas Polsek Helvetia melakukan rekonstruksi terhadap kasus penembakan warga bernama Junaidi di Jalan Karya VII, Kecamatan Helvetia yang melibatkan Kanit Intel Polsekta Helvetia, AKP Zulkifli Harahap untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya, di lokasi kejadian, Kamis (23/7).

Digelarnya rekonstruksi tersebut membuat ratusan warga yang tinggal di pemukiman padat penduduk dan kumuh ini langsung berhamburan keluar rumah yang mengetahui kedatangan puluhan petugas polisi. Tidak hanya itu, beberapa warga sekitar berusaha mendekat ke depan rumah kakak kandung Junaidi bernama Rosmadima.

“Bagi warga yang tidak berkepentingan sebaiknya mundur dulu. Jangan dekat-dekat dulu sedang ada rekon,” ucap salah seorang petugas Provost Polresta Medan yang melakukan pengamanan jalannya rekonstruksi.

Untuk mendapatkan keterangan yang sebenarnya dari insiden penembakan tersebut, petugas memanggil keluarga korban Junaidi, yakni Rosmadima dan suaminya Lindung Sitio. Dimana ketika pra rekonstruski dimulai, keluarga Junaidi terlihat berkumpul. “Coba terangkan bagaimana kejadiannya yang sebenarnya,” ucap petugas Provost.

Mendengar hal itu, kakak kandung Junaidi bernama Rosmadima langsung mengambil tempat yang menjelaskan, sebelum penembakan terjadi, anaknya bernama Agus Selamat Saragih (21) dan rekannya bernama Hermanto (22) hendak ditangkap petugas Polsekta Helvetia.

Advertisement

“Anakku pertama di dalam rumah. Masuklah bapak-bapak polisi ke rumahku,” terang Rosmadima dengan seksama memberikan keterangan kepada petugas kepolisian.

Dalam gelar pra rekonstruksi ini, petugas terlihat memberi nomor di tiap masing-masing adegan. Dimana Kanit Reskrim Polsekta Helvetia, AKP Hendrik Temaluru terlihat menjadi peran pengganti sebagai Kanit Intel Polsekta Helvetia, AKP Zulkifli Harahap.(wol/Lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN