Panglima TNI Akui Alutsista TNI Cukup Tua

cnnindonesia.com

JAKARTA, WOL – TNI akan mengevaluasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) menyusul kecelakaan pesawat Hercules C-130 TNI AU di Medan, Sumatera Utara.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengakui jika alutsista, khususnya alat angkut seperti pesawat, sudah cukup tua. Namun karena perawatan berkala, TNI menganggap alat-alat tersebut masih layak digunakan.

“Sementara akan dievalusi lagi. Kekuatan Hercules keluaran tahun 60-an itu digunakan dari tahun 64. Kedua, Hercules angkatan 78 jumlahnya ada sekitar 12. Kemudian, keluaran 80-an ada sekitar 6. Jadi, memang alutsista kita, khususnya alat angkut cukup tua,” jelas Moeldoko di Ruang Tamu Panglima TNI, Jalan Medan Merdeka Barat, Kamis (2/7).

Kendati begitu, Moeldoko mengapresiasi kinerja para prajuritnya yang berhasil merawat pesawat-pesawat tua itu hingga masih layak pakai.

“Tapi anak-anak bekerja luar biasa untuk memoles Hercules-Hercules itu. Sebenarnya, dari hitungan perawatan, masih layak terbang,” tuturnya.

Advertisement

Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsdya Bagus Puruhito juga menegaskan, di Indonesia tidak mengenal usia maksimal sebuah alat angkut bakal diberhentikan.

“Penghentian operasi sebuah pesawat, ada hitungan teknis seperti tahun, jam terbang. Tapi, kami lebih utamakan pesawat itu layak atau tidak. Tentu ada upgrade terus, tidak baru beli lalu dibiarkan begitu saja,” jelas Bagus.

Untuk penilaian layak atau tidaknya sebuah pesawat, menurut Bagus, bisa dilihat dari  struktur pesawat, engine, radio, dan semua fasilitas di pesawat. Dipastikan Bagus bila semua komponen bekerja dengan baik.

“Kalau pesawat itu terbang pasti sudah layak dan sudah dilakukan pemeriksaan,” katanya.

Hal itu juga diamini oleh Moeldoko. Dia mengatakan, pesawat Hercules C-130 yang jatuh kemarin dinilai masih layak terbang.

“Hercules C-130 kemarin tadinya jadi tanker. Tapi karena sudah tidak digunakan berubah cargo. Sehingga secara kilometer masih muda usianya,” kata Moeldoko.

Pesawat Hercules C-130 TNI AU jatuh di Jalan Letjen Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan, Sumatera Utara, Selasa 30 Juni 2015, pukul 11.48 WIB. Pesawat jatuh setelah dua menit lepas landas dari Pangkalan Udara Soewondo, Medan.(metrotvnews/data1)