Musim Kemarau Lama, Paceklik Mengancam

Istimewa

JAKARTA, WOL –  Musim kemarau tahun 2015 lebih panjang di bandingkan tahun lalu yang menyebabkan awal musim hujan 2015/2016 mengalami kemunduran. Kondisi ini dikarenakan pada tahun ini terjadi fenomena el-nino yang telah mencapai level moderat dan diprediksi akan menguat mulai Agustus sampai dengan Desember 2015.

Berdasarkan pantauan peta monitoring hari tanpa hujan, wilayah-wilayah tersebut telah kering sejak Mei 2015, daerah-daerah seperti Jawa, Sulawesi Selatan, Lampung, Bali, NTB, dan NTT telah mengalami hari tanpa hujan lebih dari 60 hari.

“Di sebagian besar wilayah Indonesia musim hujan baru dipredisi akan mulai pada November atau Desember ,” ujar Kepala BMKG, Dr Andi Eka Skaya, hari ini.

Daerah-daerah di Indonesia yang berpotensi terkena dampak el-nino meliputi Sumatera Selatan Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan dan Sualwesi Selatan.

Andi menambahkan bahwa wilayah NTB dan NTT mengalami musim kemarau panjang. NTT dan NTB telah memasuki musim kemarau sejak bulan Maret 2015 dan diprediksi akan berlangsung sampai dengan November 2015. Sementara untuk wilayah Jawa memasuki musim kemarau sejak Apil 2015 dan diprediksi berlangsung hingga Oktober 2015.

Advertisement

Kondisi ini akan menyebabkan masa paceklik atau gagal panen, sedangkan pada sektor kehutanan akan berdampak pada kebakaran hutan dan lahan.

Tetapi di balik imbas negatif dari kondisi ini, fenomena ini pun membawa dampak positif bagi sektor kelautan karena suhu muka laut di wilayah Indonesia dingin sehingga dapat memnambah populasi ikan yang nantinya dapa meningkatkan tangkapan ikan dan potensi garam. (hls)