Inilah Final Copa America Terburuk

AP
Iklan

SANTIAGO, WOL – Pertandingan final Copa America 2015 berjalan kurang memuaskan. Chile dan Argentina sama-sama tampil kurang mengigit, bahkan Lionel Messi pun ikut tampil buruk di Santiago.

Pertandingan final yang berlangsung di National Stadium, Sabtu 4 Juli 2015 atau Minggu dini hari WIB, kurang tajam dari segi penyerangan kedua tim. Baik Argentina maupun Chile gagal menunjukkan taringnya.

Selama 90 menit pertandingan, kedua tim lebih banyak saling menyodorkan umpan dan sedikit melepaskan tendangan ke arah gawang. Begitu juga saat laga memasuki perpanjangan waktu. Tak heran, skor 0-0 bertahan dan laga berlanjut ke adu penalti.

Menurut situs statistik Opta, hanya ada total 18 tendangan sepanjang pertandingan antara Chile melawan Argentina. Jumlah tersebut hanya kalah dari laga Brasil kontra Argentina, 22 tahun lalu pada 1993.

Statistik Argentina secara individu malah lebih parah. Total, hanya dua tendangan ke arah gawang sepanjang pertandingan. Angka itu sama dengan yang dilepaskan seorang bintang Chile, Arturo Vidal.

iklan

Bukan hanya Argentina yang tampil buruk di laga final tadi. Bintang Albiceleste, Lionel Messi, pun mencatatkan statistik kurang memuaskan.

Bintang Barcelona itu hanya membuat 63 sentuhan sepanjang laga, paling buruk sepanjang Copa America 2015 ini. Performanya pun, menurut Reuters, kurang inspiratif buat Argentina yang tampak “mati angin”.

Tak Bisa Pulang

Usai tumbang menyakitkan di final Copa America, Lionel Messi cs dipaksa bertahan lama di bandara karena pesawatnya delay.

Harapan Albiceleste untuk menuntaskan haus gelar juara selama 22 tahun akhirnya sirna. Bermain 0-0 sepanjang 120 menit, Argentina harus mengakui keunggulan Chile di babak adu penalti.

Kegagalan Gonzalo Higuain dan Ever Benega memastikan kemenangan buat tuan rumah. Argentina dipaksa gigit jadi untuk kedua kalinya di laga final, setelah sebelumnya di Piala Dunia 2014 lalu.

Nasib sial ternyata belum lepas dari tim Argentina meski sudah meninggalkan National Stadium. Tim asuhan Tata Martino itu sebenarnya dijadwalkan langsung pulang ke Buenos Aires, namun kepulangan itu harus tertunda cukup lama.

Menurut Ole, Argentina sebelumnya memiliki jadwal terbang pukul 23.30 waktu setempat, tetapi para pemain dan staf tak bisa masuk ke pesawat. Penerbangan pun mengalami penundaan yang cukup signifikan.

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya skuad Argentina baru bisa terbang keluar dari Chile dan pulang ke kampung halaman pada pukul 01.30 dini hari waktu setempat, atau harus merasakan delay sampai dua jam. (vivabola/data1)

Iklan