Hadapi KPK, Gatot dan Istri Muda Satu Pengacara

WOL Photo

JAKARTA, WOL – Hari ini, Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho memenuhi panggilan penyidik KPK dalam dugaan suap terhadap 3 Hakim PTUN Medan, Panitera dan pengacara  yang tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK, Kamis (9/7) lalu di Medan.

KPK memintai keterangan untuk menelusuri aliran dana terhadap 3 hakim PTUN Medan tersebut yang disita KPK untuk dijadikan barang bukti.

Pemanggilan KPK, hari ini, Rabu (22/7) merupakan panggilan kedua setelah pada pemanggilan pertama, Senin (13/7), Gatot mangkir.

Menghadapi penyidik KPK, hari ini, Gubsu Gatot Pujo Nugroho ternyata melakukan persiapan matang termasuk dengan menyiapkan tim penasehat hukum mendampinginya menghadapi penyidik KPK.

Walau hanya sebagai saksi, Gatot tahu betul berhadapan dengan kasus besar dengan penyidik caliber di lembaga  antirasuah tersebut.

Advertisement

Adalah Razman Arif Nasution yang menjadi Penasehat Hukum Gatot. Sejak tiba di Gedung KPK, tadi pagi pukul 09.38 WIB, memang Razman telah menemaninya hingga masuk ke Gedung KPK.

Razmanpun tidak membantahnya. “Saya sudah empat hari terakhir komunikasi dengan Pak Gatot sebagai Gubernur Sumut. Hari ini dipanggil sebagai saksi untuk perkara ini (dugaan suap hakim PTUN Medan),” ujar Razman menjawab media, hari ini di Gedung KPK.

Menurut Razman, Gatot sudah membentuk tim kuasa hukum untuk mendampingi dalam perkara ini. Selain dirinya, ada Pengacara Andri Agam dan David.

Dan selain menjadi pengacara Gubsu Gatot Pujo Nugroho,  mantan pengacara Wakapolri Komjen Budi Gunawan (BG) ini juga dipercaya untuk mewakili istri Gatot, Evy Susanti.

“Saya sudah juga menerima kuasa Evy Susanti yang dalam hal ini beliau sudah dicekal oleh KPK,” terangnya.

Evy Susanti disebut-sebut merupakan istri muda Gatot Pujo Nugroho. Seperti diketahui istri sah Gubsu Gatot Pujo Nugroho adalah Sutias Handayani yang dinikahinya sekitar Tahun 1990.

Gatot dan Evy sama-sama dicekal atas permintaan  KPK untuk tidak bepergian ke luar negeri selama 6 bulan ke depan.

Evy diduga memilik peran dalam kasus suap terhadap hakim PTUN Medan yang meminta pengacara M Yagari Bhastara Guntur alias Gerry dari Kantor Hukum OC Kaligis menangani perkara gugatan Kepala Biro Keuangan Pemprov Sumut Ahmad Fuad Lubis. Evy disebut pernah bekerja di Kantor Hukum OC Kaligis.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 3 hakim PTUN Medan, Sekretaris PTUN Medan, Pengacara Yagari Bhastara Guntur alias Gerry dan OC Kaligis sebagai tersangka. Sedangkan Evy Susanti masih sebatas dicekal. (hls)