Saksi Mata: Sebelum Jatuh Hercules Sudah Terbakar

WOL Photo/Ega Ibra
Iklan

MEDAN, WOL – Kontroversi penyebab jatuhnya pesawat Hercules C-130 di Jalan Jamin Gintings Medan, masih terus menjadi perdebatan diantara kalangan. Pihak AU menyebutkan, jatuhnya pesawat barang milik TNI AU ini, saat hendak balik kepangkalan karena adanya sedikit kerusakan pada mesin dan pesawat mengenai antena radio Joy FM 101 FM.

Namun menurut salah seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya yang kebetulan ada di sekitar Jalan Pales 5 Kelurahan Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan ini, ia melihat pesawat tersebut melintasi areal persawahan dengan kondisi mesin sudah terbakar.

“Waktu aku di sawah, kulihat ada pesawat terbang rendah. Ada asap kulihat di sayapnya,” ucap ibu yang gemar makan sirih ini, kepada Waspada Online, Senin (6/7), seraya menyebutkan setelah itu ia mendengar suara ledakan.

Sesaat suara dentuman itu didengar oleh warga sekitar, didapati 142 korban yang tertimpa puing-puing reruntuhan pesawat maupun bangunan yang ada di sekitar bangkai pesawat.

Dikubur Massal
Disebutkan, beberapa jenazah korban Hercules akan dimakamkan di kuburan massal andai dalam batas waktu yang ditentukan tidak teridentifikasi. Namun, Anton menambahkan penguburan tersebut akan dilakukan dengan kesepakatan semua pihak sekaligus kerjasama dengan Dinas Sosial dan lainnya.

iklan

“Karena itu, kalau ada keluarga yang merasa ada jenazah belum teridentifikasi dan kami memang masih punya jenazah belum teridentifikasi, kita akan terus lakukan proses identifikasi,” sambung Anton tetap berharap semua jenazah bisa teridentifikasi.

“Hingga kini, ada 114 jenazah yang sudah teridentifikasi. Setelah menyelesaikan Postmortem (pemeriksaan fisik) korban, kita harap seluruh kantong jenazah bisa diselesaikan pemeriksaannya sesegera mungkin. Mulai pemeriksaan fisik, properti, pengambilan sidik hingga DNA,” kata Anton lagi.

Diakui, semakin membusuknya jenazah maka Tim DVI akan mengalami kesulitan, terutama dalam pembacaan atau pengambilan gambar sidik jari. Anton menyebutkan proses identifikasi jenazah tidak bisa dipastikan waktunya, namun pemeriksaan tergantung faktor kesulitannya.

“Di RS. Adam Malik ini ada 10 meja otopsi, biasanya satu hari pada satu meja autopsi bisa menyelesaikan tiga sampai empat pemeriksaan jenazah,” ujarnya.

Sampai saat ini, masih banyak pihak keluarga yang datang untuk memastikan keluarga atau kerabat mereka yang turut jadi korban. Salah satunya mahasiswa dari Universitas Abdur Rauf Pekanbaru. (Lvz/Mrz)

Editor: Agus Utama

Iklan