Wabup Nisel Dituntut 5 Tahun Penjara Korupsi Rp9 M

WOL Photo/Ega Ibra
Iklan

MEDAN, WOL – Jaksa Penuntut Umum, Agustini menuntut Wakil Bupati Nias Selatan, Hukuasa Nduru dengan 5 tahun penjara. Tuntutan tersebut dibacakan JPU Kejati Sumut, di hadapan majelis hakim yang diketuai Nelson J Marbun dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Medan Kamis (25/6).

Jaksa Penuntut Umum menilai terdakwa bersalah melakukan tindak pidana korupsi pengadaan lahan Balai Benih Induk (BBI) di Kabupaten Nias Selatan senilai Rp9,9 miliar.

Menyatakan terdakwa bersalah memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dalam Pasal ayat 1 junto pasal 18 UU RI No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI NO 21 tahun 2001 junto pasal 55 ayat 1 ke 1”

Jaksa Penuntut Umum juga menuntut agar Hukuasa dihukum membayar denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan.
Menyikapi tuntutan atas dirinya, Hukuasa yang didampingi penasehat hukum akan menyampaikan pledoi pada persidangan Kamis mendatang.

Dijumpai usai persidangan, Hukuasa Nduru mengaku tidak paham atas  tuntutan yang diberikan JPU atas dirinya. Menurutnya dalam tuntutan itu tidak ada fakta yang menunjukkan kesalahan dirinya.

iklan

“Saya tidak paham, dimana kesalahan saya dalam tuntutaan saya. Nanti akan saya tuangkan dalam pembelaan,” ujar Hukuasa.

Sebelumny dalam kasus tindak pidana korupsi pengadaan lahan Balai Benih Induk (BBI) di Kabupaten Nias Selatan, Wakil Bupati Nias Selatan Hukuasa Nduru didakwa secara bersama-sama dengan Sekda Pemkab Nisel Feriaman Sarumaha, pemilik tanah Firman Adil Dachi yang juga adik kandung Bupati Nisel Idealisman Dachi serta Kepala Sub Bidang Pendataan dan Keperawatan BPKKD Nisel Yokie Adi. Terdakwa lainnya saat ini sudah dinyatakan bersalah oleh PN Tipikor Medan sementara Yokie Adi divonis bebas.(wol/lihavez/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan