Unjukrasa SPSI ke PT Telkom Salah Alamat

WOL Photo/muhammad rizki

MEDAN, WOL – PT Telkom Indonesia membantah telah memecat sepihak pekerjanya seperti yang termuat di sejumlah media massa terbitan Medan beberapa waktu lalu.

Manager Sekretariat & Publik Relation PT Telkom Indonesia Regional 1 Sumut, melalui realesenya, Eddy Suwardi menjelaskan, bahwa aksi unjukrasa yang dilakukan SPSI Kota Medan dengan persatuan buruh lainnya pada Kamis lalu (4/6) di depan kantor PT Telkom Indonesia Regional 1 Sumut di Jalan HM Yamin Medan merupakan salah alamat.

“Perlu diketahui bahwa, pekerja dimaksud tidak ada hubungan kontrak kerja langsung dengan PT Telkom. Maka pihak Telkom tidak berwenang mengurusi masalah ini,” berikut isi realese yang masuk ke meja redaksi, Rabu (10/6).

Lebih lanjut isi realese tersebut memaparkan, PT Telkom telah menerima perwakilan pengunjukrasa saat hari itu juga, untuk menjelaskan duduk persoalan. Mereka juga telah menjelaskan bahwa karyawan yang di pecat itu bukan karyawan Telkom.

“Alangkah bijaknya apabila mereka (pengunjukrasa,red) menyampaikan tuntutannya di kantor perusahaan yang mempekerjakan, yakni PT Humanika Sarana Mandiri di Jalan Mongonsidi,” sambung realese tersebut.

Advertisement

Pada berita sebelumnya, puluhan massa Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Medan berunjukrasa di depan kantor PT Telkom Jalan HM Yamin menuntut pihak perusahaan menunaikan janjinya kepada para pekerja. Pasalnya pemecatan sepihak yang dilakukan perusahaan plat merah ini dianggap telah melanggar aturan pemerintah.

“Kami menuntut perusahaan membayar pesangon pekerja sesuai anjuran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.453-G/DTK-TR/Sau/2105 kepada M.Arbi, Suheri dan Nasrun Nst,” teriak seorang pengunjukrasa di depan kantor Telkom kala itu.

Massa juga meminta perusahaan membatalkan pengalihan pekerja ke anak perusahaan Telkom PT Graha Sarana Duta (PT Telkom Property). “Haspuskan sistem kontrak, perjelas masalah asuransi pekerja, pesangon jangan di asuransikan tanpa persetujuan pekerja dan jangan semena-mena memberhentikan pekerja,” teriak mereka lagi.

Pengunjukrasa juga berjanji akan menurunkan massa yang lebih banyak lagi jika pihak perusahaan tidak memenuhi seluruh tuntutan SPSI. (wol/muhammad rizki/data2)

Editor: SASTROY BANGUN