Poldasu Gerebek Lokasi Penambangan Tanah Tak Berizin

Ilustrasi
Iklan

MEDAN, WOL – Petugas Subdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumut, menggerebek lokasi pengerukan tanah tanpa izin di Jalan Namorat Desa Jati Kesuma Kecamatan Namorambe.

Diduga, lokasi terjadinya praktik pengerukan tanah dengan menggunakan escavator, kemudian dimuat ke mobil dump truk untuk selanjutnya dijual. Kepada wartawan, Rabu (24/6), Direktur Ditreskrimsus Kombes Pol Ahmad Haydar melalui Kasubdit IV Tipiter Kompol Robinson Simatupang mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh, pihaknya melakukan penyelidikan. Di lokasi, lanjutnya, pihaknya menemukan kegiatan pertambangan.

“Di lokasi, pelaku mengeruk tanah dengan menggunakan escavator dan memuatnya ke mobil dump truk yang telah dipersiapkan. Tanah itu lalu dijual kepada pemesan. Diduga, kegiatan pertambangan tanpa izin itu dilakukan Kayu Karokaro dan Rep Ginting,” ujarnya.

Dikatakan, dari lokasi, petugas mengamankan operator escavator yang saat ini masih dijadikan sebagai saksi. Sementara, terkait kegiatan penambangan tak berizin itu, pihaknya menetapkan Kayu Karokaro dan Rep Ginting sebagai tersangka.
Dalam kasus itu, tambahnya, tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 158 Undang-undang (UU) No 4 Tahun 2009, serta Pasal 109 UU No 32 Tahun 2009, tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Ditegaskan, selain mengamankan saksi, pihaknya menyita barang bukti 1 unit alat berat Escapator merk Hitachi Type Zaxiz 210 MF/7, 1 unit Excapator merk HITACHI Ex 200/ 3, 1 unit Dumptruk No Pol BL 8143 ZP serta kartu uji berkala dan STNK  an PT Flamboyan Huma Arta, 1 lembar bon faktur tanah timbun mobil dumptruk yang ditujukan kepada Dani di Monaco.

iklan

“Selain itu, turut disita 1 unit Dumptruk No Pol BK 8186 XB serta kartu uji berkala dan STNK an Julius Ketaren, 1 lembar bon faktur dengan tulisan pengiriman tanah timbun BK 8186 XB, 1 unit Dumptruk No Po BK 9797 JV, 1 lembar SIM B1 atas nama SUHARTONO yang diterbitkan Polres Deli Serdang, 1 buku tulis berisi data mobil dumptruck yang  memuat tanah timbunan, 1 pulpen, 1 blok bon faktur yang terdapat tulisan Andre GN,” tambahnya.

Dijelaskan, selain melengkapi administrasi penyeldikan dan menyita barang bukti, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Menurutnya, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap tersangka, agar selanjutnya berkasnya dapat dilimpahkan ke pihak kejaksaan.(wol/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan