Nasib Rupanya Anas Urbaningrum Belum Tuntas

ISTIMEWA

JAKARTA, WOL – Mahkamah Agung (MA) melalui putusan kasasi melipatgandakan hukuman Anas Urbaningrum terdakwa kasus pembangunan proyek Hambalang menjadi 14 tahun penjara dan denda Rp57 miliar. Nasib Anas bakal tuntas? Jawabnya belum.

Anas Urbaningrum harus menelan pil pahit atas putusan kasasi Mahkamah Agung (MA). Terdakwa kasus proyek pembangunan Hambalang itu dilipatgandakan hukumannya menjadi 14 tahun penjara dan denda Rp57 miliar untuk mengganti kerugian negara. Bila Anas tidak membayar denda itu dapat diganti dengan penjara selama lima tahun. Dengan demikian akumulasi hukuman Anas sebanyak 19 tahun.

Pada 15 Juli 2015 mendatang, Anas genap usia 46 tahun. Bila ia menjalani hukuman hingga 19 tahun mendatang, Anas baru keluar dari penjara di usia 65 tahun. Secara matematika, karir politik Anas di usia 65 tahun mendatang tentu tidak lagi di usia produktif. Begitukah nasib Anas?

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Pergerakan Indoensia (PPI) yang juga kolega karib Anas Urbaningrum, Gede Pasek Suardika melalui akun Twitternya @G_paseksuardika memompa semangat Anas Urbaningrum. Menurut dia, proses hukum atas kasus yang menimpa Anas Urbaningrum belum berakhir. “Proses hukum belum berakhir. Didalam rentang waktu itu hukum karma masih berjalan seiring siklus alam. Esok adalah misteri,” tulis Pasek.

Anggota DPD RI dari Provinsi Bali ini menyebutkan Anas Urbaningrum memiliki banyak bukti baru (Novum) terkait kasus yang menjeratnya. “Semoga takaran keadilan bisa muncul dengan wajar lewat wakil-wakil Tuhan di dunia. Masih ada PK dan novum sudah sangat banyak di tangan AU,” tambah Ketua Panitia Perancang Undang-Undang (PPUU) DPD RI ini.

Advertisement

Dia memastikan permainan kehidupan belumlah berakhir. Ia tidak menampik bila ada pihak yang senang dengan putusan kasasi MA atas Anas Urbaningrum. Namun, Pasek juga menyebut ada juga yang bersedih dengan putusan ini. “Saya percaya Satyam Eva Jayate, kebenaran pasti menang. Keadilan itu di alam Tuhan, sehingga siapa memainkan keadilan tentu akan kena siklus itu,” tegas Pasek.

Suara senada juga disampaikan anggota Komisi Hukum DPR RI dari Fraksi PPP Arsul Sani. Menurut dia, masih ada proses hukum luar biasa yang dapat dilakukan mantan Ketua Umum PB HMI itu. “Ini kan persoalan keadilan. Bisa Peninjauan Kembali (PK). Masih ada satu upaya hukum luar biasa,” cetus Arsul di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (9/6).

Di samping mekanisme PK, Arsul juga menyarankan ada mekanisme lainnya yang dapat dilakukan Anas Urbaningrum dengan melakukan di luar pengadilan. “Yakni dengan melakukan permohonan grasi. Dipelajari pintu mana yang bisa masuk,” saran Arsul.

Sebelumnya pengacara Anas Urbaningrum dan keluarga menyayangkan putusan MA yang dipimpin hakim MA Artidjo Alkautsar. Pihak keluarga memastikan Anas akan melakukan upaya hukum lanjutan.

Perkara yang menjerat Anas Urbaningrum dari awal irisan politiknya jauh lebih kental ketimbang kasus hukumnya. Kasus yang menjerat Anas memiliki benang merah yang kuat dengan suasana politik internal di partai yang ia pimpin sejak Mei 2010 hingga 24 Februari 2013 lalu itu. Putusan Kasasi MA ini menjadi babak baru bagi Anas. Tentu, putusan ini tidak menuntaskan Anas. (inilah/data2)