Mahasiswa Tolak Operasional PT TPL

Istimewa
Iklan

MEDAN, WOL – Organisasi Mahasiswa GMKI Medan dan PMKRI Medan menolak secara tegas beroperasinya PT. Toba Pulp Lestari (PT. TPL) di Indonesia.

Wakil Ketua Aksi dan Pelayanan GMKI Medan, Lundu Sinurat mengatakan Penegasan penolakan ini disampaikan karena adanya pernyataan Ruben Panggabean sebagai ketua GMKI Medan yang dimuat di beberapa media lokal di kota Medan tentang mahasiswa mengklaim TPL mencemari.

“Pernyataan tersebut bukan mewakili organisasi GMKI Medan karena kita tetap konsisten digaris perjuangan menolak beroperasinya PT TPL. Penolakan keberadaan PT TPL dikuatkan oleh Keputusan Kongres GMKI Tahun 2004 yang menyatakan Menolak reoperasional PT. IUU yang saat ini PT. TPL,” katanya, Jumat (5/6).

Dia juga menegaskan akan memberikan sanksi organisasi kepada seluruh kader GMKI Medan yang berangkat ke PT TPL karena GMKI secara organisasi tidak pernah mendukung beroperasinya PT TPL.

“Kita tidak pernah berdiskusi di organisasi untuk berangkat ke PT TPL sehingga pernyataan tersebut merupakan pernyataan pribadi dari Ruben dan bukan pernyataan organisasi,” katanya.

iklan

Sementara itu, Presidium Pengembangan Organisasi (PPO) PMKRI Medan, Rikson Wesly Sihotang mengatakan bahwa keberangkatan kader PMKRI ke PT. TPL tidak pernah diputuskan secara organisasi karena secara historis PMKRI tidak pernah mendukung beroperasinya PT TPL.

“Kita punya goresan sejarah yang dimana kader PMKRI pernah tertembak saat melakukan aksi unjuk rasa penutupan PT IIU yang saat ini bernama PT TPL, bukan hanya itu Uskup Agung Medan juga didorong oleh pihak kepolisian saat melakukan aksi penolakan PT IIU,” jelasnya.

Dia juga mengatakan PMKRI Medan akan memberi sanksi secara tegas kepada Ketua Presidium berserta kader lainnya yang berangkat ke PT TPL.

“Kita secara tegas tetap dalam pendirian kami menutup PT. TPL dan bahwa kami akan menindak tegas kepada kader PMKRI yang berangkat ke PT. TPL dengan memberikan teguran keras kepada kader PMKRI Medan,” katanya.(wol/data1)

Penulis: CAESSARIA INDRA DIPUTRI
Editor: SASTROY BANGUN

Iklan