KP3A Penyuluhan Kesehatan Kepada Pengungsi Rohingya

(WOL Photo)
Iklan

LHOKSEUMAWE, WOL – Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP3A) Aceh Utara, berikan penyuluhan kesehatan kepada imigran Myanmar etnis muslim Rohingya di komplek Integrated Community Shelter (ICS) Desa Blang Adoe, Kuta Makmur, Aceh Utara, Selasa (23/6).

Staf Perlindungan Anak KP3A Aceh Utara, Raiyana Iswani S.Pd, MKes menyebutkan, rata-rata imigran tersebut diserang penyakit skabies atau penyakit kulit gatal-gatal.

“Oleh karena itu, diberikan penyuluhan ini agar para pengungsi mengerti dan paham cara-cara menjaga kesehatan serta mencegahnya. Kita ajarkan juga mereka untuk menjaga lingkungan,” katanya saat ditemui Waspada Online.

Menurutnya, penyakit skabies menyerang karena para pengungsi itu sudah berbulan-bulan tidak mandi dan membuang kotoran sembarangan ketika masih menumpangi kapal sebelum terdampar di Aceh.

“Pengakuan mereka bahwa sudah empat bulan mereka tidak mandi selama berada di kapal. Mereka membuang kotoran dengan sembarangan tempat, pipis juga demikian. Maka kita berikan penyuluhan ini agar mereka paham akan dampaknya,” sebut Raiyana.

iklan

Dalam hal ini, dirinya juga menyebutkan bahwa lima orang wanita muda Rohingya saat ini dalam keadaan hamil dan menunggu hari untuk melahirkan. KP3A sendiri siap untuk melakukan pendampingan untuk mereka.

“Kita lakukan pendampingan. Lima orang wanita Rohingya yang hamil itu tinggal menunggu hari, usianya masih sangat muda, antara 13 dan 14 tahun,” katanya lagi.

Penyuluhan tersebut, terangnya, turut melibatkan sejumlah lembaga kemanusiaan seperti lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT), Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi), dan lembaga pendidikan Rumah Baca Aneuk Nanggroe (Ruman) Aceh.(wol/chai/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan