Islah Golkar Hanya Isapan Jampol

liputan6.com

JAKARTA , WOL – Meski islah terbatas telah disepakati oleh dua kubu Partai Golkar, namun keta umum hasil Munas Ancol, Agung Laksono tetap melarang Aburizal Bakrie atau Ical menggunakan Kantor DPP Partai Golkar di Slipi, Jakarta Barat.

Menanggapi hal tersebut, Bambang Soesatyo merasa geram atas sikap Agung itu. Menurut dia, apabila benar sikap Agung yang melarang penggunaan kantor DPP Golkar bersama-sama, dan tetap ngotot ingin menguasainya, maka kata islah itu dipertanyakan.

“Maka niat dan itikad baik islah terbatas yang digagas JK (Jusuf Kalla) kemarin itu hanya isapan jempol,” kata Bambang dalam pesan singkat, Senin (1/6).

Menurut dia, kesepakatan islah itu hanyalah bentuk akal-akalan dari kubu Agung Laksono semata. “Hanya taktik meng-kadali kubu Bali yang jelas-jelas lebih sah secara hukum karena telah dimenangkan pengadilan,” kata dia.

Dengan begitu, Bambang menyatakan perlu mengingatkan kepada Ical agar mempertimbangkan, meninjau kembali islah basa-basi tersebut. Sebab, akan percuma islah jika sikapnya masih seperti itu.

Advertisement

“Kasihan JK yang telah bersusah payah mempersatukan Golkar namun dinodai oleh sikap arogan kubu Ancol tersebut,” ujar Bambang.

Diberitakan sebelumnya, Agung Laksono tetap ngotot melarang Aburizal Bakrie untuk menggunakan kantor DPP Golkar. Menurut dia, hal ini akan berakhir sampai kepastian hukum atas dualisme kepengurusan partai benar-benar sah.

“Tidakk bisa, kami yang gunakan (kantor DPP) sampai selesai pengadilan,” kata Agung saat ditemui di kediamannya, Minggu (31/5).( inilah/data1)