Imigran Rohingya di Aceh Hanya Setahun

Istimewa
Iklan

JAKARTA, WOL – Kementerian Luar Negeri Indonesia memastikan bahwa sekitar 964 pengungsi Rohingya asal Myanmar akan ditempatkan di lokasi penampungan sementara di Lhokseumawe, Aceh Timur, dan Aceh Utara sampai satu tahun ke depan.

“Tempat (penampungan sementara) yang akan kita bangun, (yaitu) di lokasi yang sudah ditempati oleh para pengungsi tersebut. Jadi, ada di Lhokseumawe, Aceh Utara dan Aceh Timur. Kita siapkan di sana,” kata Direktur Keamanan internasional dan Perlucutan Senjata Kementerian luar negeri, Andy Rachmianto.

Pemerintah Indonesia saat ini sedang menyiapkan rencana kerja untuk membangun penampungan sementara (temporary shelters) tersebut, terutama soal “siapa yang membangun dan di mana lokasi persisnya”.

Pada 20 Mei lalu, pemerintah Indonesia dan Malaysia menyatakan siap menampung para pengungsi dan pendatang  yang terapung-apung di laut dengan syarat mereka ditempatkan di negara ketiga atau dipulangkan dalam waktu satu tahun.

Tempat (penampungan sementara) yang akan kita bangun, (yaitu) di lokasi yang sudah ditempati oleh para pengungsi tersebut. Jadi, ada di Lhokseumawe, Aceh Utara dan Aceh Timur.Direktur Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata Kementerian Luar Negeri, Andy Rachmianto

iklan

Ditanya apa yang akan dilakukan oleh pemerintah Indonesia terhadap pengungsi Rohingnya setelah masa satu tahun itu berakhir, Andy Rachmianto tidak menjawab secara tegas.

“Kita harapkan dalam setahun sudah banyak yang kita lakukan,” katanya.

Para pengungsi Rohingya saat ini ditampung di sejumlah lokasi di Aceh, antara lain di Kota Langsa, Kabupaten Aceh Timur, dan Kabupaten Aceh Utara.

Pengungsi etnik Rohingya dari Myanmar itu diselamatkan oleh nelayan-nelayan di Aceh bersama 720 pendatang Bangladesh pada awal Mei lalu.

Adapun pendatang dari Bangladesh, para pejabat negara di Asia Selatan itu telah mengatakan akan memulangkan mereka, kata Andy Rachmianto

“Sebagai migrant economy, kita bisa melakukan pemulangan. Proses sudah dimulai, tinggal menunggu kecepatan pemerintah Bangladesh menyelesaikan dokumen perjalanan mereka,” kata Andy.

Di Aceh Utara, Pemerintah Daerah Aceh Utara Provinsi Aceh, sedang menyiapkan lokasi penampungan yang baru untuk 332 pengungsi etnis Rohinya asal Myanmar. Lokasi yang baru ini berada di Gedung Balai Latihan Kerja Dinas Sosial Aceh Utara.

“Pemda Aceh Utara telah menyediakan lokasi dan tempat yang layak dan memenuhi standar untuk pengungsi, serta menyediakan fasilitas yang dibutuh oleh pengungsi,” kata Humas Kabupaten Aceh Utara Amir Hamzah.

Tempat penampungan yang baru ini, Amir mengatakan, di bangun setengah permanen di lahan seluas tiga hektare milik pemerintah Aceh Utara. Tempat tersebut, dibangun layaknya komplek yang sudah dilengkapi berbagai sarana, seperti kamar mandi dan air bersih yang memadai, sarana belajar bagi anak-anak, serta tempat ibadah seperi musala.

Pemerintah Aceh Utara, menargetkan Juni ini sudah bisa ditempati oleh pengungsi yang selama ini ditampung di Tempat Pelelangan Ikan Kuala Cangkoy, Lapang, Aceh Utara. Di Kuala Cangkoy, kata Amir, kurang nyaman. Sebab, tampat itu terlalu terbuka dan tidak menjamin kebersihan.

Terkait pembangunan, nantinya akan didukung oleh International Organization for Migration (IOM) dan lembaga lokal yang selama ini konsisten membantu kebutuhan pengungsi.

(BBC/wol/vvn)

Iklan