GMKI: Kelestarian Lingkungan Adalah Tanggung Jawab Bersama

Lake Toba North Sumatera - WOL Photo
Iklan

MEDAN, WOL – Upaya dan kampanye terhadap kelestarian lingkungan merupakan tanggungjawab umat manusia, mengingat kondisi lingkungan hidup sangat erat kaitannya dengan kondisi semua makhluk hidup hidup di bumi. Salah satu ancaman terhadap kelestarian lingkungan hidup yakni aktivitas industri yang menghasilkan limbah dan polusi yang dapat merusak dan mencemari lingkungan.

Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Medan Ruben Panggabean mengatakan, pencemaran lingkungan hidup dan ketidakadilan ekologi yang terjadi di Indonesia dan Sumatera Utara khususnya harus menjadi atensi semua pihak termasuk mahasiswa.

”Setiap dugaan pencemaran lingkungan yang diduga dilakukan perorangan dan atau badan usaha harus dipertanggungjawabkan di hadapan hukum khususnya UU 32 Tahun 2009,” katanya, Jumat (19/6).

Secara khusus di kawasan Danau Toba, dugaan kerusakan lingkungan hidup akibat aktivitas perorangan atau badan usaha harus dimintakan pertanggungjawaban di hadapan hukum. Akan tetapi, hal itu katanya sangat disayangkan mengingat pansus DPRD SU tentang pencemaran Kawasan Danau Toba (KDT) mandeg dibentuk.

Situasi itu, lanjut Ruben, membuat masyarakat kecewa atas komitmen dan sikap legislatif Sumatera Utara dalam menghentikan pencemaran dan pengrusakan lingkungan hidup.

iklan

Kendati demikian, masyarakat dan mahasiswa menurutnya akan menjadi garda terdepan dalam mendorong penutupan operasional aktivitas usaha milik perorangan dan badan hukum yang mencemari kawasan Danau Toba.

”Danau Toba merupakan warisan dunia yang harus bersama-sama kita pelihara kelestarian dan keindahannya,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Ruben juga menegaskan klarifikasinya atas pemberitaan di media massa cetak dan online di Medan yang menyebutkan bahwa dirinya telah menyampaikan statement yang berisikan bantahan klaim pencemaran lingkungan hidup yang diduga dilakukan PT Toba Pulp Lestari (TPL).

”Saya tidak bicara tentang kerusakan lingkungan hidup yang diduga dilakukan PT TPL, saya hanya menyampaikan hal di luar persoalan dugaan pencemaran lingkungan setelah melakukan studi lapangan,” katanya.(wol/data1)

Penulis: CAESSARIA INDRA DIPUTRI
Editor: SASTROY BANGUN

Iklan