Demo di Poldasu, Formalisa Dukung Pilkada Tanpa Calon Bermasalah

WOL Photo
Iklan

MEDAN, WOL – Massa Forum Masyarakat Peduli Samosir (Formalisa) menggelar aksi prihatin di Mapolda Sumut, Senin (29/6).

Mereka menyerukan dukungan terhadap pemilihan kepala daerah (pilkada) Samosir yang bermartabat tanpa calon bermasalah. “Kami menilai Pilkada Kabupaten Samosir tahun 2015 merupakan proses demokrasi yang harus dikawal ketat, mulai dari rekrutmen calon hingga pemilihan agar pilkada Samosir berkwalitas demokrasi yang sejati, tanpa money politic, tanpa intervensi dan tanpa manipulasi,” seru koordinator Formalis, Edi B Malau dalam orasinya.

Kata dia, Formalis merupakan forum tokoh adat, tokoh agama, intelektual, dan perantauan asal Kabupaten Samosir. Atas dasar keinginan demokrasi bermartabat, Formalis menilai Wakil Bupati Samosir, Rapidin Simbolon sebagai salah satu bakal calon (balon) memiliki cacat hukum dan penyalahgunaan wewenang.

Berdasarkan pemberitaan media, sebut Edi Malau, Rapidin Simbolon memiliki bisnis gas elpiji 3 kg subsidi yang disuntikkan ke non-subsidi kemudian dijual mahal. Dia juga memiliki bisnis hotel yang tidak memiliki izin dan IMB karena mengambil tanah melewati garis sepadan pantai Danau Toba.

“Selain itu, Rapidin Simbolon menggunakan tiga traktor bantuan pemerintah untuk kepentingan pribadi yang seharusnya digunakan untuk kepentingan rakyat,” sebut Malau.

iklan

Atas dasar itu, Formalis mendesak Polda Sumut melakukan penyelidikan dan penyidikan atas tindakan melawan hukum Rapidin Simbolon, partai politik tidak menerima pencalonan Rapidin Simbolon sebagai calon kepala daerah karena bermasalah hukum dan rentan terhadap penyalahgunaan wewenang jika duduk sebagai Bupati Samosir.

“Kami juga mendesak KPUD Samosir untuk tidak menerima dan menetapkan pencalonan Rapidin Simbolon sebagai calon kepala daerah, karena bila KPUD Samosir tetap menerima maka KPUD telah melakukan pembiaran atas tindakan yang dilakukan Rapidin Simbolon. Desakan ini akan kami sampaikan ke Presiden RI, Mendagri, KPU Pusat, DKPP dan Kapolri sebagai bentuk keseriusan kami mengawal Pilkada Samosir agar bermartabat,” pungkas Malau.

Setelah berorasi sekira satu jam, dan ditanggapi petugas SPKT Poldasu yang menyatakan akan menyampaikan aspirasi Formalisa ke Kapoldasu, massa akhirnya membubarkan diri secara tertib.(wol/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan