Bangunan Vihara CBD tak Ada SIMB, Bukti Lemahnya Pengawasan TRTB

WOL Photo/Ega Ibra

MEDAN, WOL – Ketua Komisi D DPRD Medan, Ahmad Arif membenarkan bahwa bangunan vihara di kawasan Central Busines Distrik (CBD) yang terletak di Jalan padang Golf, Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Medan Polonia tersebut tidak memiliki IMB.

Hal itu ia ketahui dari keterangan media massa dan pihak Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan, pasca rubuhnya bangunan tersebut. “Saya juga baru mengetahui bahwa bangunan vihara yang ada di komplek CBD tidak memiliki Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB). Komisi D akan bekerja jika ada laporan dari masyarakat. Setelah itu akan kita tindak lajunti dengan inspeksi mendadak atau menggelar Rapat Dengar Pendapat. Mengapa proses pembangunan bisa berjalan sementara izinnya belum dikeluarkan,” ungkapnya kepada Waspada Online, Minggu (07/6).

Ditekankan Arif, seharusnya dinas terkait lebih meningkatkan lagi pengawasannya, jangan sampai terjadi seperti ini. Ketika korban berjatuhan, baru kita sibuk untuk mencari tahu apakah izin bangunan tersebut sudah di urus atau belum.

“Dinas TRTB harusnya melakukan pengawasan. Mustahil mereka tidak mengetahui seluruh aktifitas pembangunan di Kota Medan,” ketusnya.

Dalam waktu dekat ini, Komisi D DPRD Medan akan mempertanyakan keberadaan bangunan vihara di komplek CBD, mengapa proses pembangunan bisa berjalan secara ilega. “Bukan cuma di CBD aja yang akan kita cari informasinya. Seluruh bangunan yang sedang berjalanpun akan kita minta keterangan dari dinas terkait,” pungkasnya.

Advertisement

Pada berita sebelumnya, Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Aldi Subartono menjelaskan, pihaknya tengah menyelidiki ambruknya bangunan vihara CBD Lantai IV, Kamis kemarin (4/6). Sampai dengan detik ini, belum ada yang di tetapkan sebagai tersangka atas peristiwa tersebut. Pasal yang dikenakan pun masih sebatas kelalaian. Sebab untuk menetapkan status tersangka, harus memenuhi sejumlah unsur yakni keterangan akurat dari para saksi.

“Untuk menetapkan siapa yang harus bertanggung jawab dalam masalah ini hanya dapat ditentukan dari keterangan saksi. Saat ini kita masih memeriksa tiga orang saksi, mandor dan pihak pemborong,” tuturnya.

Rubuhnya bangunan vihara di blok D komplek CBD disebabkan penopang perancah tidak kuat menahan beban. Akibatnya belasan pekerja yang sedang melakukan operasional pembangunan gedung berlantai empat tersebut, dilarikan ke rumah sakit karena tertimpa reruntuhan bahan material. Anehnya lagi, meskipun bangunan itu tidak memiliki IMB, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin turut meresmikan bangunan bangunan itu. (wol/muhammad rizki/data2)

Edtor: SASTROY BANGU