1.000 Pekerja Pariwisata Sumut Disertifikasi

Ketua PHRI Sumut Denny S Wardhana (paling kanan) saat menjelaskan proses sertifikasi pekerja hotel di Sumut dalam sosialisasi yang digelar Kementerian Pariwisata dan Dinas Pariwisata Sumut di Hotel Pura Mulia Medan, kemarin. Istimewa

MEDAN, WOL – Kementerian Pariwisata menegaskan hingga akhir tahun ini dipastikan aka nada 1.000 pekerja sektor pariwisata di Sumut yang mengikuti sertifikasi.

Hal itu disampaikan Baguslan Harahap, Kepala Bidang Kompetensi Kepariwisataan Kementerian Pariwisata dalam sosialisasi Permen Pariwisata No. PM 53/HM.001/MPEK 2013 yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Sumut di Hotel Putra Mulia Medan, Rabu (3/6).

Hadir bersamanya Gozali Jamal, anggota Komisi Otorisasi Kasubdit Usaha Jasa Pariwisata Kementerian Pariwisata, Kepala Dinas Pariwisata Sumut E Marbun, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut Denny S Wardhana dan Zumri Sultoni dari Akademi Pariwisata Medan. Acara itu dihadiri pengelola bisnis pariwisata di Sumut.

Menurut Harahap, dari 1.000 orang yang akan disertifikasi itu 600 orang adalah pekerja hotel, sisanya dari biro perjalanan wisata, pemandu wisata, jasa boga, ekowisata dan lain-lain.

Dalam progres sertifikasi ini pihaknya akan menggunakan standar ASEAN yang terangkum dalam ACCSTP atau ASEAN Common Competency Standard for Tourism Profesional. “Di situ ada 32 job title yang disertifikasi. Diantaranya front office, housekeeping, food production serta service,” jelasnya.

Advertisement

“Jadi jatah Sumut tahun ini ada 1.000 orang dari 17.500 seluruh Indonesia. Dasar untuk melakukan sertifikasi itu jelas karena amanat UU No. 10 tahun 2009 dan PP No. 52 tahun 2012 tentang sertifikasi kompetensi serta Permen Parekraf No. 53 tahun 2013 tentang standar usaha hotel,” jelasnya.

Dia mengatakan dengan adanya target tersebut mereka akan melakukan sosialisasi. “Untungnya Sumut punya dua keunggulan dengan rencana sertifikasi itu.”

Pertama karena Sumut punya lembaga sertifikasi yaitu LSP Hotpari yang dikomandoi Denny S Wardhana yang juga ketua PHRI dan kedua karena Gubsu Gatot Pujo Nugroho sudah mengirim surat edaran Maret lalu ke kabupaten kota agar seluruh pengusaha industri pariwisata melakukan sertifikasi.

Sementara itu Ketua PHRI Sumut Denny S Wardhana menyambut baik target yang sudah disampaikan kementerian tersebut. “Ini harus kita laksanakan dan menyambut baik. Saya fikir ini kesempatan tenaga kerja industri pariwisata di Sumut untuk mengikuti sertifikasi.”

“Kalau tahun lalu kita tidak mendapat kejelasan. Namun sekarang dengan hadirnya para pejabat Kementerian Pariwisata sudah memberi sinyal kalau Sumut memang akan melakukan proses sertifikasi,” tegasnya.

Denny juga menyatakan kalau saat ini sudah ada dukungan dari Pemprovsu. Surat edaran ke bupati dan walikota se-Sumut itu menjadi acuan bagi kita pentingnya sertifikasi usaha dan tenaga kerja sektor pariwisata.

Jika pelaku industri tidak serius melakukan sertifikasi sudah ada sanksi menanti seperti teguran, kemudian pembatasan kegiatan usaha atau pembekuan usaha yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten kota dan provinsi sesuai kewenangan mereka, jelas Denny.

Dia mengharapkan agar pelaku pariwisata menyambut baik dan mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah dan organisasi kepariwisataan.

“Siap tidak siap kita harus menghadapi MEA. Dan tentu yang seharusnya paling siap itu adalah sektor pariwisata. Untuk tahap awal pekerja di satu usaha industri pariwisata itu minimal tersertifikasi 50 persen. Tapi nanti ke depan semua pekerja harus terseritifikasi 100 persen,” jelasnya. (wol/ags/data1)