Tangan Putus, Gara-Gara Bela Sepupu Terlilit Utang Narkoba

Ilustrasi

MEDAN, WOL – Putusnya tangan sebelah kiri Herianto (32) warga Jalan Jermal XIV, No. 3A, Kel. Denai, Kecamatan Medan Denai, akibat terkena tebasan klewang, Kamis (28/5) sekira pukul 02.00 WIB, dinihari, kemarin.

Ternyata, dipicu masalah utang pembayaran sabu-sabu oleh sepupu korban bernama Inggit terhadap pihak pelaku.

Hal ini langsung diungkapkan Jack Endo (28) saksi mata yang melihat peristiwa tersebut yang juga adik ipar Herianto, Jumat (29/5)

Menurutnya, pemicu pertikaian karena membela sepupunya yang diketahui bernama Inggit alias Jo (33) yang memiliki hutang pembayaran sabu terhadap Dedi (40) sebesar Rp5 juta.

“Itu bang, bukan gara-gara OKP, disini gak ada keterlibatan OKP. Mereka ribut karena abang iparku ini gak ngasi mereka bawa si Inggit sepupunya yang punya hutang pembayaran sabu 5 juta. Aku sendiri yang melihat peristiwa penyerangan itu kemarin bang, 3 kali mereka bolak-balik ke rumah untuk mengambil si Inggit, tapi dibela-bela sama abang iparku itu,” terang Endo kepada wartawan.

Advertisement

Dijelaskannya, malam itu, Rabu (27/5) sekira pukul 20.00 Wib, pelaku yang diketahui bernama Om Dedi, mendatangi lokasi yang pada hari itu sedang diadakan acara ulang tahun Elmawati ke – 59 yang tak lain adalah orangtua Endo dan mertua dari Herianto.

Sesampainya di lokasi, dengan mengendarai mobil Suzuki Katana BB 1177 LH warna merah, pelaku langsung mendatangi dan memanggil Herianto memintanya agar menyerahkan Inggit agar segera dibawanya dan urusan Om Dedi dengan Herianto selesai.

“Pertama kali kulihat om Dedi itu datang kerumah sendirian bang naik mobil Katana. Dipanggilnya bang Herianto dan disuruhnya untuk menyerahkan si Inggit. Tapi bang Anto gak mau menyerahkannya dan om Dedi itu pun pergi bang,” ungkap Endo.

Hingga akhirnya, om Dedi kembali datang untuk yang ketiga kalinya, Kamis (28/5) sekira pukul 02.00 WIB, dinihari. Kali ini om Dedi membawa dua orang rekannya lain yang duduk di kursi belakang mobil. Om Dedi pun kembali memanggil Herianto untuk yang ketiga kalinya, melihat itu Herianto pun mendatangi om Dedi dan berbicara disamping kiri mobil Katana tersebut. Ditengah perbincangan antara om Dedi dengan Herianto, tiba-tiba saja dua rekan om Dedi muncul dari belakang mobil mereka yang tanpa basa-basi langsung melayangka klewang kearah Herianto hingga mengenai tangan kirinya hingga putus.

“Ada tiga kali lah om Dedi itu bolak-balik datang ke pesta bang. Namun, yang terakhir kalinyalah terjadi keributan hingga menyebabkan tangan kiri abang iparku itu putus bang. Padahal udah dibicarakan agar jangan hari itu dibahas masalah hutang sabu si Inggit, karena lagi ada acara. Tapi om Dedi itu lah yang tetap bersi keras hingga menyebabkan dia cacat seumur hidup, anaknya 3 orang masih kecil-kecil bang,”bebernya.

Sempat berlari dengan meninggalkan mobil yang sempat mereka bawa, hingga akhirnya om Dedi kembali lagi untuk membawa mobilnya itu. Namun, pak Hasan yang merupakan mertua Herianto sempat menahan kunci mobilnya dan meminta pertanggung jawaban darinya. Melihat anak-anak sulungnya dari jauh dan tak ingin suasa semakin gaduh, akhirnya pak Hasan memberikan kunci mobil om Dedi dan membiarkannya pergi.

“Sempat ditinggal mereka mobil Katana itu bang, tapi om Dedi balik lagi mau membawa mobilnya, tapi gak dikasi sama bapakku yang sudah terlebih dahulu menahan kunci mobilnya bang. Melihat abang-abangku datang dari jauh, akhirnya bapak mengembalikan kunci mobilnya dan menyuruhnya pergi. Kalau gak dilepaskan bapakku, udah hancur lah om Dedi itu bang,” ungkap Endo.

Sambungnya, dirinya mengakui tentang om Dedi sebagai bandar sabu terbesar di daerah kawasan Jermal.

“Aku kesal kali bang dengan tindakan om Dedi itu. Masalahnya sama si Inggit yang belum bayar utang sabunya, tapi kenapa jadi abang iparku yang kena? Kasihan dia cacat seumur hidup bang, anaknya tiga orang kecil-kecil masih. Kami serahkan aja ke polisi bang biar masalah ini cepat diselesaikan,”terangnya.

Akhirnya, tangan Herianto yang putus akibat hantaman klewang pun ditanam di TPU Jl Tembung Pasar V, Kec. Medan Tembung.

“Jadi semalam menjelang maghrib bagian tangan suamiku di tanam di TPU pasar V tembung dek,” ungkap Ega.

Ditambahkan, malam setelah kejadian, Hasan (50) yang merupakan mertua Herianto, langsung mendatangi Polsek Medan Area untuk membuat laporan terhadap peristiwa yang terjadi kepada menantunya itu. Disaat yang bersamaan pula, tampak om Dedi dipolsek tersebut untuk membuat laporan. Seketika itu pula, pak Hasan langsung menunjukkan kepada petugas bahwa dirinyalah pelakunya.

“Saat kejadian itu, bapak saya langsung ke Polsek bang untuk buat laporannya. Disitu pulak lah om Dedi datang dan langsung ditunjuk oleh bapak saya kepada petugas bahwa dia pelakunya. Sempat diamankan dan diperiksa bang, tapi kok udah gak ada dia bang. Mobilnya aja yang diamankan dipolsek bang, maunya diamankan dulu dia biar pelaku utamanya dapat langsung diamankan. Dia itu bandar besar sabu loh bang, gak ngerti juga kita kadang lihat polisi ini bang,” sesal Endo dan Ega.

Sementara itu, Pjs Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu Sehat Tarigan, ketika dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut, berkilah dan mengatakan bahwa korban belum membuat laporan.

“Belum ada yang buat laporan kok. Jadi kita belum ngapa-ngapain,” ungkap Sehat. Disebutkan, korban kini sudah dirawat di Rumah Sakit Pirngadi Medan. “Korban saat ini sudah berada di RS Pirngadi Medan,” sebutnya. (wol/lihavez/data1)

Editor: SASTROY BANGUN