Seribu Batang Mangrove Nelayan Tradisional Langkat Dicuri

Ilustrasi (WOL Photo)

LANGKAT, WOL – Sejumlah 1.000 batang mangrove (bakau) dari jenis Rizhophora Apicullata ukuran 3-4 meter, di kawasan pemeliharaan nelayan tradisional register 8/L Desa Lubik Kertang Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dicuri.

“1.000 batang mangrove tersebut sudah sempat ditebangi dan siap diangkut ke sampan,” kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Sumatera Utara Kesatuan Nelayan Tradisonal Indonesia, Tajruddin Hasibuan, di Pangkalan Brandan, Sabtu (2/5).

Untungnya mangrove yang sudah dicuri dan siap untuk diangkut itu diketahui oleh petugas pengawas Amat Cubung dan Rohma, sekaligus melaporkannya kepada Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Mangrove Bahari, Azhar.

Begitu mendapat informasi telah terjadi pencurian pohon mangrove dengan cara menebang dan telah dikumpulkan di sekitar lokasi yang diperkirakan akan di angkut menggunakan truk oleh pelaku.

Namun aksi pencurian kayu mangrove dengan cara menebang ini langsung ditangkap oleh team pengawas, pemelihara, juga dilaporkan ke Kepolisian Sektor Pangkalan Brandan.

Advertisement

Laporan ini langsung ditanggapi oleh Kanit Reskrim Kepolisian Sektor Pangkalan Brandan setelah tiba dilokasi ternyata pelaku pencurian sudah melarikan diri.

“Pelakunya melarikan diri, namun kayu yang ditebang dapat ditemukan ukuran 3-4 meter, dan siap untuk diangkut,” katanya.

Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Mangrove Keluarga Bahari, Azhar menjelaskan selain mengamankan barang bukti mangrove pihaknya juga mengamankan satu unit perahu ukuran 22 kaki yang digunakan oleh pelaku untuk melangsir batang pohon yang telah di tebang.

Barang bukti tersebut langsung dibawa ke kantor Kepolisian Sektor Pangkalan Brandan menggunakan sarana transportasi berupa truk pick-up mini guna di proses dan pengembangan lebih lanjut.

Azhar menambahkan kejadian penebangan kayu mangrove sering terjadi dan hal ini terindikasi dilakukan oleh kelompok pengusaha arang, yang kemungkinan membutuhan kayu mangrove sebagai bahan baku mereka.(ant/data1)

Editor: SASTROY BANGUN