Polresta Medan Tangkap Penipu Urus Masuk PNS

Ilustrasi

MEDAN, WOL – Ronaldo Partogi Siagian (41) warga Kompleks Pinang Mas 3 Jalan Pinang Baris, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal terpaksa berurusan dengan Polresta Medan. Pasalnya, Ronaldo yang mengaku sebagai pemborong sebuah proyek di Nias Barat melakukan penipuan dan penggelapan.

Kasusnya, Ronaldo menjanjikan Sardi Rudi Saruksuk (29) warga Desa Rianiate, Kelurahan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah agar masuk menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) periode 2013 di Nias Barat. Bahkan Ronaldo mengaku kenal dekat dengan Sekretais Daerah (Sekda) Nias Barat. Namun janji tinggal janji.

Sardi tak kunjung menjadi PNS di Nias Barat yang sudah didambakannya selama dua tahun. Alhasil ia pun memilih membuat laporan pengaduan ke kantor polisi dengan nomor STTLP/1324/XI/2014/SPKT 3/Polda Sumut tanggal 26 November 2014.

Awal kasus penipuan dan penggelapan berawal dari abang sepupu korban yang mengenal dengan tersangka, Ronaldo Partogi Siagian. Korban bertanya kepada abang sepupunya siapa kira-kira yang bisa memasukkannya bekerja sebagai PNS. Kemudian abang sepupu korban berjumpa dengan tersangka.

Dalam pertemuan itu tersangka mengaku bisa memasukkan korban menjadi PNS. Ditambah lagi, korban semakin yakin lantaran tersangka mengaku kenal dekat dengan Sekda Nias Barat.

Advertisement

Karena merasa yakin, korban pun memberikan uang Rp100 juta kepada Ronaldo melalui abang sepupunya dengan cara ditransfer ke Bank BRI milik tersangka. Harapan Sardi menjadi PNS di Nias Barat kandas setelah ia merasa ditipu.

Atas laporannya ke pihak yang berwajib, polisi pun menindaklanjutinya. Dari hasil keterangan saksi korban, Ronaldo diringkus dirumahnya, kemarin.

Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa 1 lembar kwitansi pembayaran sebesar Rp100 juta dan 1 lembar dokumen pernjanjian hitam diatas putih.

Kepala Unit (Kanit) Ekonomi Polresta Medan AKP Daniel Marinduri mengatakan tersangka dan korban sudah berjanji hitam diatas putih. Dalam perjanjian itu tersangka bisa memasukkan korban menjadi PNS di Nias Barat.

“Tersangka berjanji bisa menjadikannya seorang PNS di Nias Barat. Tapi tersangka ingkar. Uang Rp100 juta sudah diberikan korban kepada tersangka. Tersangka kita amankan kemarin malam di rumahnya. Tersangka disangkakan Pasal 378 KUHPidana dengan ancaman 8 tahun penjara,” sebut AKP Daniel.(wol/data1)

Editor: SASTROY BANGUN