Masih Banyak Perusahaan TaK Paham Pasar Modal

Istimewa

MEDAN,WOL – Pasar modal yang telah berdiri di Indonesia sejak 38 tahun silam,  ternyata masih kurang sosialisasi sebab masih banyaknya masyarakat dan pemerintahan yang belum mengetahui pasar modal.

Untuk itulah Otoritas Jasa Keuangan mengadakan sosialiasasi agar lebih memahami tujuan dari pasar modal tersebut. Dalam meningkatkan dan memajukan perekonomian Sumatera Utara maka pasar modal lebih ditingkatkan prospeknya.

Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal OJK, Nurhaida kepada Waspada Online, hari ini di Medan mengatakan, hingga saat ini masih 558 perusahaan yang telah mencatat sahamnya di bursa efek Indonesia dengan nilai saham Rp 5.200 triliun lebih.  Sedangkan transaksi bursa efek l rata rata per harinya adalah Rp6 triliun.

“Sebetulnya ini adalah hal yang cukup menggembirakan karena dari tahun ketahun transaksi rata rata harian itu meningkat. Karena dari 3 tahun yang lalu perharinya transaksi hanyaa Rp 4 triliun,” ujarnya.

Selain itu untuk obligasi korporasi  pertumbuhannya  masih kurang, obligasi korporasi maupun obligasi pemerintah lebih rendah dibandingkan obligasi korporatif. Tetapi pada dasarnya untuk obligasi korporasi akan tetap ditingkatkan dalam pertumbuhan kedepannya. Karena pemerintah sangat mendorong perkembangan infrastruktur untuk kemajuan perekenomian tiap daerah.

Advertisement

“Dalam prospek obligasi memang masih rendah khusus daerah, itu perlunya kita adakan sosialisasi daerah, agar daerah dapat memahami lebih dalam, dan prospek dari obligasi daerah ini sangat menjanjikan dengan adanya rencana pengembangan pembangunan infrastruktur yang ada dipemerintahan saat ini,” jelasnya dalam acara edukasi pasar modal terpadu sosialisasi obligasi daerah di Medan.

Hal senada diungkapkan Kepala Kanwil 5 OJK Sumatera Ahmad Sukro. Dikatakannya, bahwa  untuk mengembangkan obligasi daerah ini memang sangat perlu adanya edukasi. Apalagi obligasi daerah ini tetap harus dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah denga syarat yang telah ditentukan.

” Jadi,  untuk bisa mengasah dan memoles perlu ahli khusus didaerah dan ini menjadi  tantangan bagi Pemda agar obligasi daerah dapat berkembang pesat untuk perekonomian daerah,” terangnya. (wol/eko/data2)