Kembali Operator PSC, Shell Eksplorasi di Laut Maluku

MenteriEnergi dan Sumberdaya Mineral, Sudirman Said (depan, pertamadarikiri) danKepala SKK Migas, Amin Sunaryadi (depan, pertamadarikanan) menandatanganiKontrakBagiHasil (PSC) dengan PT Shell Indonesia untuk bloklautdalam di wilayah Indonesia Timur, yakni di Pulau Moa Selatan, Provinsi Maluku, disaksikan Graeme Smith (ketigadarikiri), Vice President Eksplorasi untuk Asia dan Australia di Royal Dutch Shell.Hari ini (22/5) sejumlahperusahaanmigas, termasuk PT Shell Indonesia menandatanganikontrakmigasdenganPemerintah.KontrakBagihasil (PSC) Shell di Pulau Moa Selatan inimenandaikembalinya Shell sebagai operator PSC yang merupakankelanjutandarikembalimasuknya Shell kesektorhulu di Indonesia sejaktahun 2011. Istimewa
Iklan

JAKARTA, WOL – Shell telah menandatangani Kontrak Bagi Hasil (PSC) dengan SKK Migas untuk blok laut dalam di wilayah Indonesia Timur, yakni di Pulau Moa Selatan, Provinsi Maluku.  Lokasi blok Pulau Moa Selatan berada di kedalaman perairan antara 1.500 hingga 2.700 meter.

Peristiwa penting ini menandai kembalinya Shell sebagai operator PSC yang merupakan kelanjutan dari kembali masuknya Shell ke sektor hulu di Indonesia sejak tahun 2011, melalui proyek Floating LNG Abadi yang dioperasikan oleh Inpex.

“Shell memiliki rentang sejarah bisnis yang panjang dan aktif di Indonesia, bahkan telah dimulai pada tahun 1880-an di Sumatera.  Kami senang dapat kembali dan bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk melakukan eksplorasi di daerah lepas pantai Indonesia Timur,” ujar Graeme Smith, VP Eksplorasi untuk Asia dan Australia di Royal Dutch Shell yang disampaikan Sri Endah, Communications Manager Indonesia Shell Indonesia dalam keterangan tertulis kepada Waspada Online, hari ini.

“Blok  ini menawarkan kesempatan eksplorasi yang menarik untuk menerapkan kemampuan teknis terkini kami di laut dalam dan pengalaman operasional yang telah kami bangun di seluruh dunia selama tiga decade terakhir,” lanjut Graeme.

Shell akan menggunakan teknologi terdepan dalam eksplorasi laut dalam, termasuk alat-alat canggih untuk memperoleh, mengolah dan menafsirkan data geofisika seismic dan lainnya. Hal ini akan meningkatkan pemahaman terhadap potensi sumber daya.

iklan

Berdasarkan perjanjian PSC tersebut, Shell akan melakukan penilaian atas potensi blok Pulau Moa Selatan, yang mencakup areal seluas 8.200 km2.  Blok ini terletak sekitar 300  kilometer dari lepas  pantai.(wol/data1)

Iklan