Indonesia Impor Jagung 3,5 Juta Ton per Tahun

Ilustrasi (foto: ist)
Iklan

JAKARTA, WOL – Kementerian Pertanian (Kementan) menilai jagung merupakan salah satu komoditas strategis bagi Indonesia lantaran menjadi sumber bahan baku pakan ternak unggas. Sementara unggas seperti, daging ayam dan telur menyumbang lebih dari 50% sumber protein bagi masyarakat.

“Namun demikian, saat ini Indonesia masih mengimpor jagung untuk memenuhi industri pakan ternak sekitar 3,5 juta ton per tahun,” jelas Menteri Pertanian (Mentan) RI Amran Sulaiman di Jakarta, hari ini.

Mentan mengatakan, persoalan pengembangan jagung Indonesia cukup kompleks dengan produksi jagung tersebar di berbagai Provinsi dan infrastruktur yang terbatas, tetapi pemasaran jagung hanya terpusat di Jawa, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.

“Akibatnya, terjadi disparitas harga antar daerah yang cukup signifikan. Saat ini, pemerintah belum mengatur tata niaga jagung sehingga sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme pasar,” ujar Mentan.

Untuk mencukupi kebutuhan jagung dalam negeri, ungkap dia, tahun 2015 pemerintah menetapkan sasaran produksi sebesar 20,13 juta ton atau naik sekitar 5% dibanding produksi tahun 2014.

iklan

“Guna memastikan dicapainya swasembada atau diperoleh surplus, pada tahun 2015 ini pemerintah mencanangkan pertambahan tanam jagung seluas 1 juta hektar, tambahan bantuan alat dan mesin pertanian antara lain pemipil jagung 2.132 unit, pengering jagung vertical 209 unit, combine harvester 15 unit, flat bed dryer 35 unit, serta kerja sama dengan TNI, Kehutanan dan Perhutani,” terang dia.

“Bantuan tersebut merupakan tambahan kegiatan bersumber dari APBN 2015 di luar kegiatan reguler yang telah ada, yaitu GPPTT jagung seluasb102 ribu hektare dan bantuan benih jagunh bersubsidi seluas 100 ribu hektare,” imbuh dia.(ini/data1)

Iklan