Hari ini, Jenazah Ali Imran Dimakamkan

WOL Photo/Ega Ibra

MEDAN, WOL – Pihak keluarga, hari ini Senin (11/5) akan memakamkan jenazah Ali Imran (53) warga Jalan Puri, Gang Sawo Kecamatan Kota Matsum di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Halat Medan

Hal ini dikatakan Ikhwan Syah selaku pihak keluarga dan juga adik ipar korban, malam tadi. “Kami dari pihak keluarga sudah sepakat akan memakamkan almarhum abang kami ini  di TPU Jalan Halat,”ucapnya saat ditemui Waspada Online.

Ikhwan Syah mengatakan,  korban meninggal dunia karena tertimpa tenda penonton yang disediakan panitia. “Abangku itu meninggal karena tertimpa tenda penonton akibat jatuh paramotor,”katanya dengan nada terseduh-seduh

Menurutnya korban meninggal karena terkena benturan dibagian kepala. “Ketika aku lihat dibagian kepalanya bang ku lihat ada memar,”tuturnya.

Dia menyebutkan korban sebelum meninggal sudah dilarikan ke RS Siloam Jalan Imam Bonjol. Akan tetapi nyawa korban tidak bisa tertolong.

Advertisement

Selain itu, kata dia, abang iparnya tersebut meninggalkan seorang istri Yunita (45) dan tiga orang anak yang masih dibawah umur.

“Anaknya masih kecil-kecil, yang paling besar bernama Ananda Muharlita (11) yang masih duduk di kelas enam Sekolah Dasar, kedua Nabilah (8) siswa kelas satu Sekolah Dasar dan yang paling kecil Ridho (6),”ungkapnya.

Sementara itu, Danlanud Kolonel Chandra Siahaan mengatakan,  pada saat kejadian pihaknya sudah menutup acara Medan Air Show. Namun animo masyarakat yang tinggi sehingga masih banyak warga yang ingin melihat atraksi pesawat tersebut.

Menurutnya, paramotor tersebut terbang dalam keadaan angin cukup baik dengan kecepatan lima knot.

“Pas itu keadaan angin cukup baik tetapi ketika pilot paramotor berada diatas tiba-tiba datang angin dengan kencang sehingga atlet kami yang bernama bayu ini tidak dapat mengkontrol paramotor tersebut dan terjatuh menimpa tenda penonton,”sebutnya

Dia menyebutkan, seharusnya area untuk paramotor tersebut diatas rumput tidak mendekat kepada para penonton. “Jadi memang penonton saat itu sangat dekat dengan area paramotor tersebut. Dimana seharusnya area tersebut jauh dari penonton,” sebutnya.

Diungkapkannya, ketika itu pilot tersebut kesulitan dalam mengendarai paramotor dan mengontrol parasut tersebut pada saat dilaksanakan satuan enggine terjadi Tuis untuk mencari daerah yang paling aman dengan menabrakan dirinya (pilot) ke tenda.

“Jadi ketika terjadinya tuiss pilot akan mencari tempat yang aman melakukan pendaratan. Karena ketika itu berada dekat penonton maka dia tabrakan ke tenda,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan membiayai ketiga anak korban insiden Medan Air Show serta juga pihaknya akan melakukan kordinasi dengan pengelola Event Organizer (EO) terkait insiden tersebut.

“Peristiwa ini sudah terjadi yang terpenting saat ini kami akan mendekati pihak Event Organiser (EO) yang juga sebagai penyelenggara untuk juga bertanggung jawab,”bebernya.

Pihak juga akan memberikan perhatian khusus atas musibah yang menimpa korban.

“Kami dari Danlanud akan membiayai sekolah ketiga anak korban hingga lulus sekolah. Kita menyekolahkan anak-anak Almarhum di Yayasan Angkasa milik TNI AU sebagai bentuk belasungkawa dengan memberikan beasiswa hingga tamat,”pungkasnya.(Lihavez/data1)