DPRD: Fasilitas Pedagang di Pasar Induk Harus Diperbaiki

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan Herri Zulkarnain/ WOL Photo

MEDAN, WOL – Konflik antara pedagang Sutomo dan Pemko Medan masih terus memanas. Berulangkali usaha penertiban dilakukan, warga masih melawan dan enggan direlokasi ke Pasar Induk yang berlokasi di daerah Tuntungan.

Menurut mereka, keberadaan Pasar Induk yang begitu jauh dari lokasi jualan mereka sebelumnya akan mempersulit ekonomi mereka. Selain itu, fasilitas untuk pedagang di Pasar Induk dinilai masih minim.

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Medan, Herry Zulkarnain mengatakan, Pemerintah Kota Medan harus memperhatikan kesejahteraan pedagang. Menurutnya, relokasi merupakan hal yang harus dilakukan, tapi harus didukung dengan fasilitas yang memadai.

Artinya, langkah Pemko Medan untuk menata pasar patut diapresiasi. Tapi, seharusnya fasilitas publik di Pasar Induk seperti lokasi parkir, sarana jalan dan lainnya harus memadai.

“Setiap relokasi pasti ada bentrok. Bagaimana tidak, para pedagang sudah lama berada di sana, pasti mereka tidak mau pindah. Apalagi ke tempat yang mereka anggap tidak lebih baik. Kalau fasilitas lebih lengkap di sana, tidak mungkin mereka menolak,” katanya, Kamis (7/5).

Advertisement

Herry menilai, Pasar Induk masih memiliki banyak kekurangan, salahsatunya di bidang infrastruktur transportasi. “Karena ini pasarnya sudah jadi, mau tidak mau sambil berjalan fasilitasnya harus diperbaiki,” ujarnya.

Dikatakan Herry, sudah tidak layak lagi ada pasar kumuh seperti yang ada di Sambu. Sehingga relokasi pedagang ini harus didukung semua pihak, baik pemerintah maupun pedagang.

“Pemko Medan dalam menertibkan pedagang juga tidak boleh setengah-setengah dan terkesan pilih kasih. Pemerintah harus tegas untuk penataan kota,” ketusnya.

Pada berita sebelumnya, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin menyayangkan sikap para pedagang yang masih memilih bertahan di pasar sutomo (Pasar Sambu,red). Pasalnya sebelum pembangunan Pasar Induk di Kelurahan Laucih Kecamatan Medan Tuntungan rampung, pihaknya jauh hari sudah mensosialisasikan kepada seluruh pedagang agar mempersiapkan perpindahan tersebut.

“Setahun yang lalu kita sudah sosialisasikan pemindahan ini. Mengapa sekarang ada penolakan. Tujuan kita menata jalan dikawasan itu menjadi baim dan bersih dari pedagang,” ungkapnya usai menghadiri Rapat Paripurna di gedung DPRD Medan, Senin (27/4).

Terkait solusi penolakan para pedagang, Eldin enggan berkomentar. Saat ini pihaknya hanya fokus untuk penataan kawasan Sutomo dan menempatkan para pedagang di pasar induk tuntuntungan.

“Semua fasilitas di pasar induk sudah kita siapkan. Penerangan lampu jalan, keamanan, transportasi dan lainnya. Tidak ada yang kurang. Jika ada yang menyebutkan bahwa pedagang pernah dirampok diseputar kawasan pasar induk, itu hanya isu. Sebab aparat Kepolisian terus lakukan pengawasan di kawasan-kawasan ramai khususnya pasar induk,” pungkasnya. (wol/muhammad rizki/data2)

Editor: SASTROY BANGUN